Dalam Dekap Bayang Matahari

Ranting Kecil
Karya Ranting Kecil Kategori Inspiratif
dipublikasikan 17 September 2016
Dalam Dekap Bayang Matahari

Hai Bulan, perkenalkan, aku matahari..

Aku selalu mengamatimu setiap hari. Kau selalu bersemangat memberi cahaya pada bumi, menghantarkan kehangatan bagi jutaan manusia yang tengah di rudung sepi atau kau pun tak sungkan untuk berbagi senyuman untuk tiap manusia yang tengah berbahagia seorang diri. 

Aku tahu, manusia bumi kadang lebih memuja bintang yang berkelip tiap malam daripada memperhatikanmu yang tengah membagikan cinta bagi mereka. Tapi, tak sekalipun kau menyerah untuk bersinar bukan? Walau kadang, aku tahu, kau menyembunyikan tangismu dari balik awan mendung yang menghitam di langit malam. Berusaha serapi mungkin menyembunyikan sedih dan tangismu selama ini.

Sungguh, aku begitu bangga kepadamu yang telah merelakan hidupmu untuk mengabdi pada bumi. Aku tahu, kamu kuat, sayang. Namun, tak lelahkah kau terus berjuang di cakrawala seorang diri? Memperjuangkan sesuatu yang bahkan tak melirikmu sama sekali? 

Kemarilah, tenggelamlah dalam dekap bayangku malam ini. Istirahatlah sebentar dalam bayangku dan pulangkanlah segala lelahmu padaku. Lewat gerhana malam ini, izinkanlah aku untuk menjagamu dari ribuan pasang mata yang sering mengabaikanmu. Kau bisa mencurahkan segala kecewa dan resahmu padaku, jangan khawatir, tak akan aku ceritakan rahasiamu pada siapapun, termasuk pada manusia bumi. 

Lewat gerhana malam ini, kau bisa melihat bahwa jarak ribuan kilometer cahaya yang selama ini terbentang antara kau dan aku, tak akan pernah menjadi halangan bagi kita untuk bersama, dengan seizin Tuhan tentunya. Maka, tersenyumlah kembali bulanku sayang.

Esok pagi para manusia akan banyak membicarakan kekagumanmu atas hilangnya kau dalam pelukku malam ini. Sekarang tidurlah, lepaskan segala lelah, aku yang akan menjagamu di sini. Jangan bersedih lagi, karena kau tak pernah sendiri, ada aku di sini. :)

 

                                         Tertanda,

                                          Matahari

  • view 208