Teruntuk kau yang tengah menjaga hati

Ranting Kecil
Karya Ranting Kecil Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Agustus 2016
Teruntuk kau yang tengah menjaga hati

Teruntuk kamu yang tengah berjuang menjaga hati..

Assalamu alaikum.. Apa kabarmu hari ini? Masihkah kau d sibukkab oleh amanah-amanah yang memeluk erat pundakmu? Atau masihkah engkau sedang berjibaku dengan tugas, buku dan teori yang membuatmu terjaga hingga dini hari? Beratkah hari-harimu belakangan ini?

Harapku, semoga kau senantiasa terjaga dalam penjagaan-Nya, semoga pundakmu dikuatkan dan dadamu dilapangkan untuk menunaikan amanah-amanah yang tengah kau emban sehingga lelah yang tengah kau rasa, kelak akan berbuah berkah. Tenang saja, doa-doaku akan senantiasa mengangkasa untukmu yang semoga bisa selalu menguatkan langkahmu.

Jika bisa, ingin rasanya ku tawarkan kepadamu tempat duduk di sisiku, menghidangkan secangkir teh hangat untukmu lalu mendengarkan segala keluh kesah tentang harimu. Ah, tapi kita berdua memahami, bahwa untuk saat ini, ini hanya sekelumit imaji. Imaji yang kita doakan semoga akan benar-benar terjadi suatu hari nanti. 

Hingga saat itu tiba, mari menjaga hati kita. Mungkin Allah sedang merencanakan pertemuan kita dan semesta turut berjingkat menyusun rencana untuk mempersatukan kita di suatu masa yang sempurna. Mari kita yakini bersama, bahwa masa itu akan segera tiba di hadapan kita.

Mungkin saat ini kita sedang berjuang bersama, namun dalam arena yang berbeda. Kau disana berjuang menjaga mata, dan aku juga tengah berjuang sekuat tenaga menjaga hati hingga kau tiba. Ku tahu, godaan itu akan selalu ada, baik dari sisimu dan sisiku. Bukankah segala niat baik karena-Nya selalu diwarnai dengan godaan-godaan yang memikat namun hanya semu sesaat? Mari senantiasa berdoa, semoga kita senantiasa dimenangkan-Nya dari segala godaan yang ada, semoga Allah selalu menjaga hati-hati kita.

Kita sama-sama tahu bahwa jarak yang begitu jauh telah memisahkan, tapi ku yakin, ini adalah sebentuk penjagaan dari-Nya, agar kita tetap terjaga dari perasaan-perasaan yang belum dihalalkan oleh-Nya. Ya, perasaan-perasaan kita mungkin belum tiba pada muaranya. Ia hanya tertunda sementara, namun akan berbuah manis ketika telah tiba saatnya.

Jika menjaga hati dan menahan diri untuk membuka hati bagi sembarang orang adalah puasa, maka pertemuan denganmu kelak akan menjadi momen berbuka yang membahagiakan, yang suka citanya telah kita nanti sekian lama. Ketika pertemuan itu terjadi, mata kita akan saling menatap lekat, bibir kita akan tersenyum penuh kemenangan, bahwa jarak rupanya tak berhasil melumpuhkan komitmen dan hati yang kita jaga. Demi kebersamaan manis ini, mungkin aku akan rela menemanimu makan sebanyak apapun yang kau mau. Mengindahkan berapa banyak kalori yang akan masuk ke tubuhku dan bersantap sambil bercerita hal-hal yang telah kita lewatkan. 

Ketika temu yang kita nanti tiba, tak perlu khawatir, kau tak harus menjadi kaya raya ataupun rupawan. Aku pun tak akan repot repot menanyakan kepadamu tentang berapa hati yang telah kau lewati sebelumku. Walau mungkin aku akan cemburu, namun aku akan mencoba sebisaku untuk berdamai dengan masa lalumu. Tenang saja, seburuk apapun dirimu dulu, tangan ini akan tetap terbuka untuk menyambutmu. Karena yang terpenting adalah kamu yang kini telah berusaha menjadi lebih baik setiap harinya. Toh, tanpa adanya ujian ujian itu, kau yang sebaik sekarang mungkin tak akan ada. 

Aku pun bukan wanita sempurna, bukan wanita yang bersih dari dosa. Seperti yang pernah aku ceritakan padamu dulu, aku pun pernah menjalin komitmen dengan seorang pria. Namun, itu dulu, sebelum aku benar-benar tahu bahwa hubungan apapun sebelum pernikahan tak akan pernah mendapat restu-Nya. Kini, aku udah selesai dengan masa laluku dan ku ingin memulai masa depan bersamamu.

Sebelum tiba masanya kita disatukan, jangan lelah untuk berjuang. Karena meski kita tidak bersisian, tapi kau tak pernah berjalan sendirian. Aku di sini pun tengah berjuang sama denganmu, menjaga hati agar tak ternodai.

Semoga Allah membantu kita untuk menjaga hati kita dan memenangkan pertarungan kita melawan jarak yang saat ini tengah memisahkan. Semoga Allah juga merestui niat kita untuk bersatu dalam bingkai suci pernikahan yang dihalalkan oleh-Nya. Aamiin

Wassalamu alaikum...

Sidoarjo, 17 Agustus 2016

Rosalina Djatmika 

  • view 704