Masih Muda dan Menjadi Besar Lewat Budaya

Ronald Jerry Sibuea
Karya Ronald Jerry Sibuea Kategori Budaya
dipublikasikan 22 November 2016
Masih Muda dan Menjadi Besar Lewat Budaya

Sumatera Utara bisa dijadikan salah satu dari banyak provinsi yang memiliki keanekaragaman baik dari segi agama, golongan, ras, dan khususnya suku. Lewat keberagaman suku yang ada di dalamnya, Sumatera Utara maju menjadi provinsi yang tak mengenal adanya perbedaan. Hidup berdampingan dengan warga lain dengan suku berbeda menjadi warna yang mesti terus dijaga agar tidak pudar keindahannya.

Hidup di antara keberagaman ternyata menjadi hal yang sangat disyukuri beberapa kaum, tak terkecuali bagi mahasiswa perantau di salah satu universitas di Indonesia, Institut Teknologi Bandung. Mereka, yang sudah merasakan langsung keberagaman itu atau mereka yang mendeklarasikan diri untuk ikut mencintai budaya asli Sumatera Utara, beberapa ikut masuk dan terlibat dalam satu keluarga besar yang mewadahi kecintaan tersebut. Unit Kesenian Sumatera Utara (UKSU) ITB, hadir untuk menjadi piring tempat  sajian terbaik itu dihidangkan.

Lewat apa mereka ada dan menunjukkan keindahan warna Sumatera Utara? Bagaimana mereka yang notabene masih mahasiswa dan jauh dari daerah asal bisa terus memberi warna pada keberagaman? Saat banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di ITB yang bersifat kebudayaan dan kedaerahan hanya membawa satu budaya di dalamnya, UKSU ITB hadir dengan membawa 7 etnis asli Sumatera Utara. Mungkin, jawaban terbaik yang bisa menjadi bahan acuan hanya nilai yang ditinggal dari para perintis dan pendahulu di UKSU, pengalaman dari tiap anggota yang terlibat, serta AD/ART sendiri.

Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Karo, Mandailing, Nias, dan juga Melayu menjadi 7 etnis yang turut diakui UKSU ITB. Tetap terus menjunjung keberagaman dan merangkumnya dalam suatu cerita. Tak terasa semua kisah dan pelajaran yang didapat dalam kesehariannya siap diaplikasikan, siap dipertontonkan, dan siap dipertanggungjawabkan.

Horas, Ahoi, Mejuah-juah, Njuah-Njuah, Ya'Ahowu !!

Kini, sambutlah persembahan terbaik dari UKSU ITB. Ini adalah buah dari pohon yang ditanam selama ini. Hasil dari niat, rancangan, upaya, dan semua kerja keras. Puncak dari segala latihan yang intens dan keringat yang dikorbankan.

"Harmoni Nada Sumatera Utara"

Inilah selebrasi terbaik untuk merayakan Dies Natalis ke-38 UKSU ITB. Semua bagan dari acara sudah dirangkai dan ditempatkan pada porsinya. Mata dari tiap penikmat hanya cukup merasakan bagaimana karya bisa diciptakan dengan indah. Perayaan Dies Natalis kali ini akan diadakan dalam 3 bagian besar yang dirangkum dalam 2 hari.

  • Pameran Budaya

Akan menjadi unik karena yang dipertunjukkan pada pameran ini adalah karya dari budaya lokal Sumatera Utara yang bukan hanya dari 1 etnis saja. Akan ada 7 etnis yang menghias pameran kali ini. Berbagai pakaian adat, ukiran-ukiran khas, makanan adat, hingga alat musik tiap etnis akan menjadi daya tarik tersendiri. Jangan lupa untuk sekadar hadir dan meramaikan acara ini pada Sabtu, 26 November 2016 yang akan dimulai pukul 09.00 WIB di Lapangan CC Timur ITB. DAN, yang menjadi hal paling menarik di sini adalah, GRATIS TIKET MASUK!

  • Reuni Akbar

Acara yang diadakan pada malam hari setelah pameran budaya ini bersifat tertutup karna hanya melibatkan massa UKSU ITB dan jajaran alumninya. Acara ini sendiri diadakan pada pukul 17.00 WIB di Aula Sipil ITB. Momen ini akan menjadi salah satu momen berharga bagi massa UKSU sendiri untuk menjadi masa dimana bisa menjalin hubungan baik dengan alumni-alumni dan mendapat pengalaman berharga dari tiap alumni.

  • Pagelaran

Ini dia, puncak dari perayaan Dies Natalis ke-38 UKSU ITB. Mengangkat tema "The Hidden Treasure of Lake Toba", acara iniakan menampilkan berbagai penampilan dari 7 etnis Sumatera Utara, yang dirangkum dalam satu drama dengan tarian daerah dan lagu-lagu daerah sebagai penambah keindahan pagelaran ini. Pada pagelaran ini juga, UKSU ITB sudah mengundang 2 musisi hebat. Pelantun lagu "Aut Boi Nian" yang merupakan soundtrack dari film "Toba Dream" , Alsant Nababan, akan hadir langsung untnuk menghibur semua pengunjung yang sudah menyempatkan hadir pada pagelaran. Tak hanya itu, akan ada Martahan Sitohang, musisi muda Batak yang akan menampilkan keahliannya dalam memainkan alat-alat musik dari Batak. Acara ini akan berlangsung pada 27 November 2016 pada pukul 17.30 WIB bertempat di Dago Tea House, Jalan Bukit dago Selatan No. 53A, Bandung. Untuk pemesanan tiket dapat melalui bit.ly/saletiketpagelaranuksuitb

***

Kini, tak ada alasan lagi untuk berhenti. Semua sudah siap pada posisi dan tujuan sudah ditentukan. Ini adalah momen mempertontonkan semua usaha yang sudah diupayakan selama ini. Jangan sampai lengah, kalian punya semangat untuk melakukan lebih! Buktikan kalau UKSU ITB bisa melakukan hal besar dan bertanggung jawab. Mungkin lewat ini, semua unsur pemerintah di Sumatera Utara bisa memutar sedikit akal untuk hal besar yang tak bisa disepelekan seperti ini.

Semangat wak! Maaf tak bisa menemani perjuangan kalian.

Salam,

Ronald Jerry Sibuea
11515016
UKSU 2015

  • view 184