[198!]

Ronald Jerry Sibuea
Karya Ronald Jerry Sibuea Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 April 2016
[198!]

 

Hidup memang tak semudah ketika kita membuka lembaran buku. Tak semudah analogi bahwa hidup seperti kertas kosong dan kita harus mengisinya, memberi warna, dan menceritakan keluh kesah serta kebahagiaan. Aku memahami, namun terkadang masih ada yang luput dari pantauan.

Mulai merangkak menuju hal yang baru, masuk ke dalam lapisan atmosfer yang jelas berbeda seperti saat kita masih berpijak di tanah. Mulai mengenal dengan jelas suku, ras, budaya, juga agama yang lain. Berbaur dalam ketidakselarasan isi hati.

Aku dikenalkan akan satu hal baru yang memang seharusnya kubawa selalu, lagi lagi berjuang. Tak mudah (lagi), karna aku tau berjuang juga tak semudah kita berlari hanya untuk mengejar untuk masuk kelas yang mungkin sudah diisi oleh dosen.

Masih bergelut dengan banyaknya tuntutan akademik, namun hasil kurang sejalan dengan harapan. Kita bisa bersedih, ini ironin namun tak bisa kita pungkiri. Kita berjuang dengan cara dan kemampuan kita, sendiri. Indeks yang menjadi beban saat kita ingat ada sosok yang mengganjal pikiran. Ada sosok yang tak ingin kita buat kecewa. Tapi bagaimana, inilah fakta. Kita berjuang meski hasil masih belum memihak.

Persaudaraan? Kekeluargaan? Sangat menarik membahas hal yang selalu diagung-agungkan orang banyak ini. Apa aku yang salah persepsi atau terlalu dalam mendefenisi, mudah mudahan aku salah, persaudaraan yang kalian ucapkan tak selaras dengan apa yang kalian coba wujudkan. Masih remang-remang bahkan terkesan semu. Terlalu teoritis.

Bahkan saat tingkat partisipasi dijadikan acuan. Terlalu apatis? Atau memang tidak sejalan dengan rima dan alur yang sudah kita susun sebelumnya? Semua berjalan dengan baik, sendiri sendiri. Tak ada yang bisa disalahkan saat satu pihak harus terus menerus berteriak, namun hati bahkan tak tergerak, itu pilihan. Memilih belajar intens karna memang itu tujuan. Atau beregelut dengan hobi yang memanv lebih menarik, jalan-jalan, bersama teman yang lain, unit, paguyuban, atau bahkan alasan klasik yang sejatinya bukan alasan yang pantas dibawa ke mana mana, mager :" Sekali lagi, arus mengalir bersamaan tanpa tahu bagaimana dan di mana kelak ada persimpangan yang bisa nenyatukan alirannya.

Kawan, ada rasa bahagia saat aku harus berhadapan dengan kalian. Ada tantangan yang kurasa membentang saat aku mulai menatap ke depan dan berkhayal tentang kalian. Kita bukan siapa siapa, hadir dari kelompok besar namun masih kecil dibandung mereka yang ada di sekitar. Kita hanya mencoba bersatu, mencoba merangkai semua cerita bersama. Kita tak peduli gagal, tak peduli kecewa, yang kita jalani hanya perjuangan kita, bersama.

Ingin aku menapaki langkah sendiri, tapi apa daya raga butuh kolega. Mungkin tangan bisa bergandengan bersama, menghapus semua kelam yang sudah kita lalui. Tanpa amarah juga keegoisan pribadi. Tanpa caci juga sumpah serapah yang tak berguna.

198! Di sini aku mulai dibina, dibentuk sendiri menjadi orang dengan jati diri sendiri.
Kawan, kita melangkah. Kita beriringan bersama. Kita bersedih bersama. Bahkan mungkin, suatu saat kita bisa melempar toga setinggi mungkin, bersama! Itu hanya segelintir dari banyak mimpi kita. Itu hanya sepercik dari banyaknya aliran yang coba kita alirkan.

198! dan jalan masih panjang.
Terima kasih untuk beberapa saat yang memberi kesan. Masih banyak kesalahan, namun aku tahu, pintu maaf kita masih sama sama terbuka lebar. Jangan ada kata bosan bersama. Jangan lupa semangat!
Koreksi aku jika salah.

?#‎RekayaSatu?
?#‎SITHR15?

Bandung, 15 Desember 2015

Ronald Jerry Sibuea
19815097


  • Ronald Jerry Sibuea
    Ronald Jerry Sibuea
    1 tahun yang lalu.
    Terima kasih atas masukannya kak. Ini meman tulisan yang sengaja saya buat untuk teman mahasiswa satu angkatan dan satu fakultas saya.

    Salam kenal juga kak...

  • Shinta Siluet Hitam Putih
    Shinta Siluet Hitam Putih
    1 tahun yang lalu.
    Tulisan ini mahasiswa banget...

    Ada beberapa yg typo, tp ndak masalah bagi saya selama masih bs dibaca. Berorganisasilah, bentuk pribadi seperti baja, tp tidak melepas hakikat sebagai mahasiswa pemburu toga...

    Salam kenal...