Penyakit Tua si Rematik

Penyakit Tua si Rematik

Rohmat Noer Fajril
Karya Rohmat Noer Fajril Kategori Kesehatan
dipublikasikan 18 Mei 2018
Penyakit Tua si Rematik

Apa Itu Rematik?

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun. Yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Yang lebih jarang terkena yaitu bagian tubuh lain, seperti paru-paru, mata, jantung, pembuluh darah, kulit dan saraf.

Rematik dapat mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas harian seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang. Arthritis yang mengenai pinggul, lutut atau kaki dapat membuat sulit berjalan, membungkuk, atau berdiri.

Gejala Rematik

Gejala rematik yang paling sering terjadi adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur dan setelah duduk lama. Kekakuan biasanya membaik dengan gerakan. Gejala lain dapat berupa:

  • Mata gatal atau sensasi terbakar
  • Lelah
  • Bisul kaki
  • Penurunan nafsu makan
  • Baal dan kesemutan
  • Sesak nafas
  • Kelemahan dan demam
  • Sendi dapat memerah, bengkak, nyeri, berubah bentuk dan terasa hangat.

Penyebab Rematik

Rematik terjadi saat sistem imun Anda menyerang sinovial lapisan yang mengelilingi sendi Anda. Inflamasi yang dihasilkan menebalkan sinovial. Sendi yang terserang ini akan mengalami peradangan yang akan merusak sendi dan tulang. Ligamen dan otot pun dapat juga mengalami kelemahan yang nantinya dapat mengubah bentuk sendi.

Beberapa faktor sebagai pemicu rematik. Diantaranya adalah:

  • Faktor genetik (keturunan)
  • Gaya hidup (pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik)
  • Kebiasaan buruk tertentu (merokok dan konsumsi alkoho)
  • Jenis kelamin Wanita lebih mudah terkena rematik.
  • Faktor Usia, Rheumatoid arthritis dapat terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada usia 40–60 tahun.
  • Riwayat keluarga, Jika keluarga Anda menderita rematik, Anda lebih berisiko terkena penyakit ini.

Diagnosis Rematik

Pada pemeriksaan fisik Artritis Reumatoid (AR) atau penyakit rematik bisa ditemukan:

  • Sendi yang bengkak, nyeri, dan hangat
  • Gangguan dalam gerakan sendi
  • Adanya cairan dalam sendi
  • Timbulnya benjolan-benjolan di tubuh (rheumatoid nodules)

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan Darah Rutin
    Pada pemeriksaan ini, rasio sedimen eritrosit (ESR) cenderung meningkat. Pemeriksaan ini juga akan memperlihatkan adanya proses peradangan dalam tubuh. Pemeriksaan darah lain yang biasa nya dilakukan adalah pemeriksaan antibodi seperti faktor rheumatoid dan anti-CCP.
  • Analisa Cairan Sendi
    Dapat dilakukan tindakan berupa pengambilan cairan sendi dengan menggunakan jarum steril. Selanjutnya cairan sendi akan dianalisa untuk melihat adanya peningkatan kadar leukosit sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit rematik lainnya.
  • Pemeriksaan Foto Rontgen
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat progesifitas penyakit artritis reumatoid. Dari hasil foto dapat dilihat adanya kerusakan jaringan lunak maupun tulang. Pemeriksaaan ini dapat memonitor progresifitas dan kerusakan sendi jangka panjang.

Pengobatan Rematik

Ada berbagai pengobatan rematik yang dapat dilakukan diantaranya:

Obat rematik

Cara mengobati rematik yang pertama ialah dengan mengonsumsi obat-obatan. Jenis obat yang direkomendasikan oleh dokter tergantung pada tingkat keparahan gejala dan berapa lama Anda menderita penyakit ini namun sangat disayangkan penggunaan obat rematik selalu berdampak buruk pada kesehatan organ lain karena dosisnya.

Terapi fisik

Terapi fisik dapat menjadi salah satu metode pengobatan yang tepat. Melalui terapi, Anda akan diajari latihan untuk menjaga sendi tetap fleksibel. Biasanya, terapis juga akan menyarankan Anda untuk melakukan tugas sehari-hari yang cukup ringan untuk membantu melemaskan persendian Anda yang kaku. Selain itu, terapis juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan olahraga ringan.

Operasi

Jika obat dan terapi fisik gagal mencegah atau memperlambat kerusakan sendi, kemungkinan besar dokter akan menyarankan pembedahan sebagai cara mengobati rematik. Pembedahan ditujukan untuk memperbaiki sendi yang rusak sehingga Anda dapat kembali menggunakan persendian yang sakit seperti sedia kala. Prosedur ini juga mampu mengurasi rasa sakit dan memperbaiki kelainan bentuk pada bagian tubuh tertentu seperti jari bengkok akibat peradangan yang ditimbulkan.

 

Sumber : http://goldengamat.biz/obat-tradisional-rematik/

  • view 30