(bukan) habibie ainun

rohmat nashor
Karya rohmat nashor Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
(bukan) habibie ainun

?

Sang jenius pencipta peswat terbang bangsa itu limbung . kekasih ?yang menemaninya berpuluh tahun lamanya telah mendahuluinya menemui Sang Pencipta. Bahkan di awal kematian sang istri beliau seolah menjadi orang gila. Lebih banyak termenung dan kadang kala memanggil manggil istrinya sekan belahan jiwanya itu masih ada di dunia.

?ketika beliau memberikan sambutan kepada kami di madinah beliau hampir berbicara semalam suntuk jika tidak di ingatkan oleh sang pembawa acara.Pada sesson berikutnya pak hidayat nur wahid berkata ?begitulah pak Habibie kalau ?tidak ada ibu ainun seakan lupa segalanya ?

Untuk mengobati kerinduannya , beliau mengabadikan kisah cintanya dalam buku dan sudah ditampilkan di layar kaca. Siapaun yang melihatnya akan mendambakan sosok suami seperti Habibie -bagi kaum hawa tentunya- , seseorang yang cerdas dan cemerlang, memiliki karir dan kedudukan terhormat dimasyarakat dan juga mencintai istrinya sampai akhir hayatnya.

Namun apakah yang menyebabkan Habibie begitu mencintai istrinya? Apakah karena paras dan kecantikan? Saya rasa tidak , karena pada awal pertemuan mereka Habibie menjuluki bu Ainun dengan gula jawa karena kulitnya yang gelap, meskipun ?pada akhirnya beliau nanti berubah menjadi sang gula pasir.

Sebagai wanita yang cerdas dan cantik tidak heran jika ainun? muda menjadi incaran banyak laki laki , namun sang gula pasir lebih memilih Habibie yang pada waktu itu bukan siapa siapa bahkan di cap tidak punya apa apa. Yang beliau katakan kepada mahasisiwi kedokteran itu adalah :

?Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal. Saya tidak tahu apakah hidup kita di Jerman akan sulit atau tidak, apakah Ainun tetap bisa menjadi dokter atau tidak. Tapi yang jelas, saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun.

Singkatnya mereka menikah , dan ainun melepaskan masa depannya yang cerah untuk mengabdi kepada sang suami merasakan dinginnya eropa . mengalami masa masa yang berat, saling menguatkan , hingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. ?Kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kehadiran dua buah hati yang menggemaskan. Saat anak-anak mereka sudah bisa dititipkan pada pengasuh, Ainun kembali rindu untuk menolong orang lain. Dengan izin Habibie, Ainun membuka praktik sebagai dokter anak.

Di sinilah keteguhan seorang istri dan ibu dipertaruhkan. Saat Habibie mulai merakit mimpi-mimpinya, Ainun berada dalam titik penentuan. Di saat Ainun menolong banyak anak dan menyembuhkan mereka dari sakit, justru putranya mengalami sakit. Hal itu membuat pemikiran Ainun berubah. Akhirnya wanita yang lemah lembut ini menanggalkan jubah dokter untuk mengabdi sepenuhnya untuk suami dan buah hati mereka.

Saat Habibie kembali ke Indonesia untuk mewujudkan mimpinya membuat pesawat?terbang, Ainun selalu setia mendampingi dan menguatkan suaminya. Juga saat Habibie masuk dalam dunia politik yang penuh godaan uang dan perempuan muda yang cantik, kedua tetap memperjuangkan kesetiaan akan cinta dan pengabdian untuk negara. Ainun tidak pernah lupa menyiapkan obat untuk sang suami, dengan kenyataan bahwa dia sendiri sudah divonis memiliki kanker ovarium. Ainun merahasiakan hal itu dari suaminya, dengan harapan agar Habibie tetap fokus mengemban tugasnya yang semakin berat.

mungkin pengorbanan dan ketulusan itulah yang menjadikan Habibie yang terkenal cerdas dan periang, setelah ditinggal istrinya menjadi begitu kehilangan .

kisah lainnya ?.

aisyah radiyallah anha adalah seseorang yang paling dicintai Rosulullah sallahu ?alaihi wa sallam . namun beliau tidak pernah cemburu melebihi cemburunya terhadap khodijah radiyallahu ?anha.?? Beliau berkata :

? suatu ketika Rosululloh sallallahu alaihi wa sallam memuji muji Khadijah sehingga membuatku cemburu.

Akupun berkata : masih saja engkau menyebut nyebut perempuan tua yang sudah tidak ada, padahal Allah telah menggantikan bagimu yang lebih baik darinya.

Maka beliau sallalahu alaiahi wa sallam berkata -dalam riwayat disebutkan wajah beliau merah karena marah :

Allah tidak membirakn pengganti sebaik atau yang lebih baik dari Khadijah , dia beriman kepadaku ketika manusia kafir kepadaku . dia membenarkan ucapanku ketika manusia mendustakanku. Dia mengulurkan tangannya memberikan hartanya kepadaku ketika orang orang memboikotku. Dan Allah Azza wa Jalla memberikan rizki kepadaku dengannya berupa anak keturunan yang tidak aku peroleh dari wanita wanita selainnya? (musnad ahmad:24864)

Tulisan ini tidak bermaksud menuntut para wanita untuk menjadi seperti ainun ataupun Khadijah , karena saya sendiri tidak sebaik Habibie ataupun sehebat Rosululloh .

Saya hanya mencoba memaknai makna cinta , dan dari cerita diatas saya pahami bahwa cinta tidak bisa lepas dari yang namanya pengorbanan.

?Dua kali saya mendengar istri yang menuntut cerai suaminya karena ekonomi mereka yang pas pasan. Walaupun hal itu manusiawi dan boleh dalam islam saya bertanya bagaimana bisa terjalin sebuah hubungan yang tidak dibungun dengan perjuangan dan kesetiaan.

Saya jadi teringat status teman saya :

?kesetiaan seorang istri di uji ketika sang suami tidak memiliki apa apa. Dan kesetiaan suami di uji ketika telah memperoleh segalanya ?

Saya setuju dengan nasehat ridwan kamil buat perempuan yang hendak mencari jodoh :

"Cari suami itu jangan muluk-muluk, biar seru menikmati pernikahan, ngerasain ngontrak, ngerasain roller coaster kehidupan sambil nangis, ketawa, nangis lagi, ketawa lagi, sambil saling berpelukan menguatkan, indah tauuukkk itu!"

?

madinah 11 februari 2017

semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menyatukan hati kita dngan pasangan kita dan mempersaukan kita dalam surganya. wallahu a?lam?

?

?

?

  • view 191