PAK 75RI

Ni'matur Rohmah
Karya Ni'matur Rohmah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Februari 2016
PAK 75RI

Beliau adalah bapak Jumari, orang yang kami temui saat ziarah wali 9 tepatnya di makam sunan Kudus. Beliau penjual dawet di makam sunan Kudus yang berasal dari Jepara. Beliau menggunakan gerobak putih dengan payung menutupi atasnya. Terdapat identitas di gerobaknya berupa tulisan ?ES DAWET INDONESIA PAK 75RI?. Saya pun menebak nama beliau adalah pak Jumari dan ketika kami konfirmasi ke Beliau ternyata benar. Penampilan fisiknya pun sangat agamis dengan memakai baju rapi dan berkopyah.

Kudus, 30 Januari 2015

Ketika itu, rombongan ziarah wali 9 kami sampai pada tujuan yakni sunan Kudus, Jawa tengah.Kami datang sekitar pukul 11.30 WIB, yakni masuk waktu sholat jum?at (karena tepat pada hari jum?at) dan matahari berada tepat lurus di atas kepala kami. Karena cuaca sangat panas, maka sambil menunggu anggota rombongan yang laki-laki melaksanakan sholat jum?at, saya beserta tiga teman (Mb Umamah, Ana Masyitoh, Onik Zakiyah) memutuskan untuk jajan di sekitar makam sunan Kudus untuk sekedar menghabiskan waktu menunggupeserta rombongan yang lain sholat jum?at dan mencari yang segar-segar untuk mengatasi dahaga yang cukup terasa.Kami membeli jajanan waktu kecil namanya ?omlettetepung?ups?telur? maksudnya (namanya omlette tapi bahan dasarnya tepung dan ditambah satu butir telur puyuh, alhasil yang dominan adalah rasa tepungnya), bayangkan rasanya!!. Kami juga membeli es dawet ayu khas kudus.

Setelah itu, kami mencari tempat duduk dengan berputar keliling kesana kemari, sampai bolak-balik koridor makam sunan kudus, karena kami akan menyantap jajanan yg telah kami beli. Akhirnya kami memutuskan untuk duduk di emperan toko yang sedang tutup. Tiba-tiba ada bapak tua usia 60-an menghampiri kami dan menyuruh kami pindah tempat di kursi dekat beliau berdagang sembari berkata, ?Anak cewek jangan duduk di sembarang tempat tidak baik?. Sambil memasang wajah bertanya-tanya kami pun mengikuti Beliau dan duduk di kursi dekat tempatnya berjualan.

Kami pun berbincang-bincang banyak hal. Hal yang menarik dari perbincangan kami yaitu Beliau memberikan beberapa pertanyaankepada kami, yang konon berdasarkan cerita beliau pertanyaan ini sering ditanyakan pada orang-orang yang berziarah ke sunan Kudus. Akantetapi beliau tidak pernah mendapat jawaban yang menurut beliau tepat, meskipun beliau bertanya pada orang yang ?kuliah atau sarjana? sekalipun. Pertanyaan pertama yang cukup antusias dari Beliau, ?Pemberian dari orang lain, apa artinya??. Kami pun menjawab sekenanya yang menurut beliau jawaban tersebut belum tepat. Akhirnya pak Jumari menjawab sendiri, ?Pemberian berarti ingat pemberiannya dan kapan kamu akan membalasnya?. Kami manggut-manggut sambil berusaha mencerna dan sejenak saling berpandang-pandangan dengan maksud mengamini apa yang dikatakan oleh pak Jumari. Memang cukup masuk akal tapi mungkin kami berpikir terlalu jauh sehingga ke-masukakal-annyatidak dapat diterima oleh keseluruhan lapisan masyarakat.Pertanyaan selanjutnya dari Beliau, ?Apa penjelasan dari kata Amin??. Salah satu kami menjawab, ?Mugi Allah ngijabahi (dalam bahasa Indonesia berarti : Semoga Allah mengabulkan)?. Beliau belum puas dengan jawaban kami, ?Penjelasannya??, pak Jumari menambahkan. Jawaban sekenanya kembali muncul dari mulut kami berempat dan lagi-lagi beliau belum puas akan jawaban kami. Beliau menegaskan, ?Artinya semoga Allah mengabulkan, dan amin bermakna siap melaksanakan firman Allah SWT?. Beliau membuat kami terkesan dengan perkataannya. Kami pun tak sungkan menyetujui jawaban tersebut. Meluncur tegas dari Beliau, ?Pertanyaan terakhir, Jelaskan apa makna Iman??. Kami dengan yakin menjawab, ?Iman adalah percaya bahwa Allah itu Ada, bla....bla...bla...?. kami menjelaskan pertanyaan yang satu ini dengan panjang lebar. Kami pun percaya diri, karena menurut kami ini pertanyaan paling mudah dan sejak kami SD sudah sering mempelajarinya. ?Masih belum tepat dan bagaimana kalian menyatakan kalau kalian itu beriman??. Kami menjawab satu persatu dengan sistem saling menambahkan jawaban,?Iman dinyatakan dengan kalimat syahadat, mempercayai bahwa Allah itu ada, beribadah kepada-Nya, menjauhi perintah dan menjauhi larangan-Nya?. Setelah kami saling menambahkan jawaban, Beliau berkata,?Tidak perlu dijawab bagaimana caranya karena Iman itu hakikatnya adalah ingat, sedangkan cara membuktikannya adalah di jawab dengan hati bukan dengan otak?. Kami tertawa merinding dan merasa cukup ?bodoh? mendengar jawaban Beliau. Sejatinya kita tidak perlu berpikir terlalu sulit terhadap apapun. Tantangan sesungguhnya bagi orang yang berilmu adalah bagaimana kita mampu menyampaikan kepada orang lain apa yang kita miliki dan orang lain dari seluruh level keilmuan tersebut mampu menerimanya dengan baik. Perbincangan kami mengalir begitu saja tanpa terasa sudah masuk waktu sholat Jum?at.Bapak Jumari berpamitan untuk sholat Jum?at dan kami tetap duduk di dekat gerobak jualannya sambil menyantap jajanan yang telah kami beli.

Kami bertanya-tanya dalam hati, Beliau ini orang apa sih? Wali? Dosen? ilmuwan? atau politisi? kok dari tadi menunjukkan hal-hal di luar dugaan kami. Setelahdiskusi beberapa pertanyaandengan pak Jumari tadi, kami berempat berdiskusi kecil membahas tiga pertanyaan cerdas dari Beliau. Sedangkan di sudut lain, pak Jumari bergegas mengambil air wudlu di toilet seberang dan menggelar sajadah di dekat tempatnya berdagang beserta para jamaah yang lain.Sekedar informasi bahwa di makam sunan kudus ini, ketika sholat jum?at sangat ramai dan jamaah yang membludak sampai koridor tempat orang jualan pernak-pernik dan jajanan khas kudus, tak sedikit yang sholat di emperan-emperan toko. Ini adalah foto Beliau yang kami ambil saat beliau sedang melaksanakn sholat Jum?at. Berikut ini foto yang sempat kami ambil ketika Beliau sedang sholat Jum?at.

Terima kasih pak Jumari atas ilmu yang telah disampaikan kepada kami, Insyaallah akan menjadi amalan yang tak putus buat njenengan.

  • view 113