Sensasi Aman dan Nyaman Bagi Pemudik

Karang Teguh
Karya Karang Teguh Kategori Budaya
dipublikasikan 12 Juni 2018
Sensasi Aman dan Nyaman Bagi Pemudik

Pak Manan (55) sudah dua kali menjalani mudik naik motor. Tiga tahun lalu, ia memboyong keluarganya ke Jakarta, setelah dapat pekerjaan tetap di Ibu Kota. Setiap Lebaran, mereka harus pulang ke Rembang, Jawa Tengah.

Dengan istri dan satu anak usia sekolah dasar, motor menjadi pilihan yang lebih murah ketimbang kendaraan umum yang tarifnya selalu naik pada libur Lebaran. Tahun ini, Pak Manan sekeluarga berkesempatan mengikuti mudik gratis bareng PT Jasa Raharja (Persero) yang berangkat pada Sabtu (9 /6) dari Pantai Carnaval Ancol, Jakarta diinformasikan pada artikel bertajuk BUMN mulai berangkatkan pemudik.

Mereka menaiki bus jalur pantura yang disediakan oleh PT Jasa Raharja (Persero) dalam program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN 2018 menuju Surabaya. Cukup mendaftar secara daring (dalam jaringan) atau online, Pak Manan tidak dikenai biaya apapun.

Bedanya sungguh mencolok. Ketika naik motor, barang bawaan adalah tantangan tersendiri. Ransel yang dibawa berisikan pakaian, serta kardus oleh-oleh. Padahal masih harus menjaga si upik. Perjalanan jauh dalam posisi tubuh yang sama tentu menimbulkan pegal. Apalagi, kadang bus mendahului dalam jarak dekat, yang hembusan anginnya bisa membuat motor dengan muatan banyak jadi agak oleng.

Dalam perjalanan mudik gratis, Pak Manan sekeluarga bisa tidur nyenyak di perjalanan. Tahu-tahu waktu terbangun sudah sampai di Semarang. Tinggal siap-siap turun di Rembang.

Sebanyak 38 ribu pemudik dengan berbagai tujuan pulang kampung mengikuti program mudik gratis menggunakan moda transportasi bus yang disediakan oleh PT Jasa Raharja (Persero). Acara mudik gratis tersebut sudah terselenggara untuk ke-11 kalinya. Peserta mudik pun di tahun 2018 ini sangat dimanjakan dengan fasilitas pendaftaran yang sangat mudah melalui daring. Cukup dengan melampirkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk, lalu menunggu konfirmasi keberangkatan.

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali dengan makanan ringan dan minuman untuk bekal perjalanan, serta obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan, seperti obat penurun panas, obat maag, dan obat anti-mabuk perjalanan, ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, pengamat masalah sosial di Jakarta. Para pemudik juga diberi fasilitas posko layanan kesehatan untuk mendapatkan obat-obatan tertentu sebelum memulai perjalanan agar tetap dalam keadaan bugar sesampainya di tujuan.

Meringankan Biaya

Kisah lain dalam perjalanan tersebut adalah tentang Rodiah (33), seorang ibu anak dua yang sehari-harinya berdagang kue di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Rodiah biasanya hanya bisa mudik sendirian tanpa membawa suami dan anak-anaknya. Itu pun terakhir dilakukannya lima tahun yang lalu. Belum lagi, pada saat itu dia memiliki pengalaman kurang menyenangkan. Kondektur bus secara ilegal menaikkan harga karcis. Akibatnya, anggaran yang tadinya dia siapkan, tiba-tiba tidak cukup. Padahal, dia masih harus menyiapkan uang untuk kembali ke Jakarta.

Kali ini, dalam perjalanan menuju Surabaya, dia dapat membawa serta suami dan anak-anaknya. Dia pun merasa senang, akhirnya impiannya untuk menghabiskan waktu Lebaran menemui kedua orang tuanya, dengan suami dan anak-anaknya terwujud tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra.

Ditambah lagi, dia tidak harus sendiri kepayahan menenteng oleh-oleh kue dan baju-baju, karena bisa mengandalkan suami, tinggal mengurus anak-anaknya agar tetap tenang selama perjalanan. Program mudik gratis tersebut telah membantunya mengurangi biaya perjalanan, sekaligus memberikan keluarganya kesempatan ikut mudik.

Tantangan dalam perjalanan mudik bukan hanya soal biaya, tetapi juga soal keamanan dan keselamatan. Hal itulah yang menjadi perhatian serius PT Jasa Raharja (Persero) untuk kembali menekan angka pemudik yang menggunakan sepeda motor, dan memastikan pemudik dalam keadaan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

Tahun 2017, tercatat jumlah pengguna sepeda motor pada arus mudik mencapai 6.391.784 unit, menurut Data Kementerian Perhubungan. Sedangkan, angka kecelakaan mencapai 3.168 kejadian yang melibatkan 5.860 kendaraan. Sebanyak 74 persen yang terlibat di antaranya adalah sepeda motor.

Sebagai penyelenggara jasa asuransi, PT Jasa Raharja (Persero) berkepentingan menimalisir angka kecelakaan tersebut melalui program mudik gratis. Tahun ini, perusahaan BUMN tersebut kembali berusaha menekan angka kecelakaan kendaraan roda dua selama mudik yang mendominasi sekitar 70 persen.

Tahun ini, sebanyak 620 bus, dua kapal feri, dan delapan kereta api telah dipersiapkan untuk memberangkatkan pemudik. Pendaftaran pun mudah melalui daring dan tidak dipungut biaya, gratis dari pemerintah di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Program mudik gratis ini juga merupakan salah satu cara PT Jasa Raharja (Persero) mengedukasi para pemudik tentang metode mudik yang aman, mudah dan nyaman. Semua armada bus yang digunakan dalam kondisi laik jalan dan telah lulus "ramp check." Selain itu, bus juga telah dilengkapi dengan alat keselamatan. Pengemudi bus telah lulus tes kesehatan dan di setiap bus memiliki pengemudi cadangan. Di samping itu, kesehatan para pemudik juga diutamakan. Dengan itulah, perusahaan tersebut berusaha meningkatkan kesadaran bagi para pemudik tentang pentingnya keselamatan dan keamanan.

Diharapkan, orang-orang seperti Pak Manan, yang telah menikmati fasilitas mudik gratis menggunakan moda transportasi bus menuju kampung halamannya akan berpikir seribu kali jika tahun depan hendak kembali memilih naik motor.

  • view 34