CERITA TENTANG RINAI HUJAN

Robby Jannatan
Karya Robby Jannatan Kategori Project
dipublikasikan 23 Desember 2016
Sajak ketika Hujan Berderai

Sajak ketika Hujan Berderai


Kamu, adalah kumpulan larik-larik dari sajak panjang yang belum selesai dituliskan.

Kategori Puisi

7.1 K Hak Cipta Terlindungi
CERITA TENTANG RINAI HUJAN

Aku awan yang ingin kau usir

dengan anginmu yang berhembus kuat.

Angin yang tak ingin hujanku berderai kepada bumi,

sebagai hadiah bagi kuntum-kuntum bunga

yang hendak mekar. Hulu-hulu sungai merindukanku

berada di pangkuannya. Melanjutkan pengembaraan

menuju jantung laut. Kamu tidak ingin aku pergi

berwujud derai rinai hujan mencumbu tanah.

Kamu tak ingin sepi berkalang jingga di langit kala petang.

 

Kamu tidak ingin anak-anak sakit

karena mandi terlalu lama di bawah hujan.

Kamu tidak ingin aku menjejalkan pelangi

kepada sepasang sejoli yang kasmaran.

Kamu hanya ingin aku tetap disisimu,

tak kemana-mana dan menunggu waktu menjadi masa lalu.

Kamu adalah angin sepoi yang mendesir pelan,

mendayu ranting-ranting pohon dan hendak jadi topan.

Amarah yang gagu merengkuh pohonan kaku.

Saat aku berusaha menjadi rinai hujan.

 

Kamu bukanlah seseorang yang sekarang lagi aku suka.

Kamu adalah kelopak mawar yang rontok oleh topan,

topan yang mengharu biru di bumi yang kucinta.

Kamu telah menjadi masa lalu bagi langit,

membawa serta cinta yang membara.

Aku hanya rinai hujan sederhana,

menaruh cinta kepada bumi.

Rinai yang memberi hidup kepada mawar dan melati,

mencumbui mereka, hingga bermekaran.

Aku adalah rinai hujan yang tenang.

 

Kamu adalah senja sutra,

mengucapkan selamat tinggal bersama matahari,

perlahan tenggelam.

Kamu adalah kesombongan dari keindahan.

Aku adalah kesederhanaan,

yang akan berkelana bersama anak-anak sungai di tubuh bumi.

Menelusuri muara, tempat segala bermuara.

Menuju jantung laut.

Berdua, dengan cinta yang sederhana.

 

-sajak ketika hujan berderai 19 (1216)-

  • view 177