Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 1 Desember 2016   00:46 WIB
HUJAN DESEMBER

Aroma hujan desember masih

membekas di ujung jemarimu,

jemari yang menggenggam luka-luka

oleh rintik hujan yang tajam,

hingga kau tak mampu menulis lagi

 

Jejak-jejak kau berdansa

di bawah hujan desember waktu itu.

Jejak-jejak yang membekukan kenangan.

Mengiris perlahan, hingga kau tak mau mengingatnya lagi,

kertas yang kau tulis dengan jemari yang luka.

 

Kertas itu adalah cerita.

Cerita tentang matahari yang kau tahan,

agar tetap di horizon dan hamparan langit,

agar senja tidak direnggut lagi oleh malam

hingga senja itu abadi.

 

Namun, hujan Desember selalu

mengajakmu untuk berdansa di bawah rintiknya

hujan yang selalu bergeming pada kertas yang basah

dan melunturkan tinta-tintanya

hingga senja itu tak ada lagi.

 

Tinta-tinta luntur itu membekas di pelupuk matamu.

Mengundang air mata keluar dari peraduannya.

Kertas itu koyak oleh hujan Desember,

tak ada lagi senja abadi, waktu itu, kamu menatapku dan tersipu malu

Aku bilang, aku cinta kamu.

 

-sajak ketika hujan berderai 08-

Karya : Robby Jannatan