AKU UJUNG JALAN YANG MEMBENTANG

Robby Jannatan
Karya Robby Jannatan Kategori Project
dipublikasikan 17 November 2016
Sajak ketika Hujan Berderai

Sajak ketika Hujan Berderai


Kamu, adalah kumpulan larik-larik dari sajak panjang yang belum selesai dituliskan.

Kategori Puisi

5.3 K Hak Cipta Terlindungi
AKU UJUNG JALAN YANG MEMBENTANG

Aku berjalan dalam garis panjang

yang membentang, dari titik nadirmu

ke ujung pelupuk mataku. Jarak itu

adalah tapal batas hatimu melengkung

membentangkan rindu

 

Kamu berlari dari bentangan syair panjang

yang mengusik dan menggores rongga dadamu.

Kamu jalan panjang yang belum selesai kutempuh.

Kamu tubuh bisu yang belum selesai ku hafal.

 

Jejak dari jalan panjang yang lama kusulam,

perlahan kau koyak dan kusutkan.

Jejak-jejak itu membekas dihapus air mata hujan

yang rindu pulang ke dada bumi.

 

Aku adalah ujung jalan dan kau adalah

jalan panjang, selangkah demi selangkah

kutempuh. Merajut kita.

Kamu adalah kita yang ingin pergi dan terpisah

 

Aku menggores-gores rongga dadamu

dengan pisau yang tajam. Aku menusuk

ubun rawanmu dengan pisau yang sama.

Kamu berlari menuju ujung jalan lain.

Menjauh dari pisau yang tak ingin menggambar lagi.

 

Aku adalah masa depan di ujung jalan,

yang menghapus jejak-jejak masa lalu.

Kamu adalah perempuan kebingungan,

tak tau hendak kemana berjalan.

 

-sajak ketika hujan berderai 04-

  • view 312