Perempuan Penopang Dagu

Perempuan Penopang Dagu

Robby Jannatan
Karya Robby Jannatan Kategori Project
dipublikasikan 26 Oktober 2016
Sajak-Sajak Duduk Semeja

Sajak-Sajak Duduk Semeja


Sajak-sajak duduk semeja, ditulis untuk kamu. Terinspirasi dari kamu. Hingga kita berbincang panjang. Menunggu malam menjemput senja.

Kategori Puisi

14.7 K Hak Cipta Terlindungi
Perempuan Penopang Dagu

Aku tak tau menulis apa
Malam terlalu tua untuk terlelap
Nafasnya tersengal-sengal
Bulan mengecup kelopak mataku
Buatku selalu terjaga

Aku tidak dapat membedakan
Antara aroma patah hati dan rindu
Semua hanya menjadi puisi
Aku mengenangmu menopang dagu
Sembilu mengiris tidur nyenyakku

Aku penyuka lautan memeluk tanjung
Kamu penyuka teluk yang merindukan pasang
Bintang jatuh tak jua mengirimmu
Langit tak jua mengembalikanmu
Aku ingin kamu, dalam nafas-nafas malam ini

Aku tak tau menulis apa
Hanya pena yang berdansa-dansa di atas buku tulis
Melahirkan larik-larik ini

Berharap angin mencumbuku
Menghadiahiku tidur yang lelap
Meminjamkanmu lagi kepadaku, malam ini saja.

-Sajak duduk semeja 31-