MENJADI PEREMPUAN

Robby Jannatan
Karya Robby Jannatan Kategori Project
dipublikasikan 01 September 2016
Menyampaikan Kebaikan Project

Menyampaikan Kebaikan Project


Project ini adalah salah satu cara untuk menyampaikan kebaikan dengan sastra, dengan tulisan-tulisan artikel, sehingga diharapkan bisa menghapus dahaga orang-orang yang sedang membutuhkannya.

Kategori Spiritual

3.3 K Hak Cipta Terlindungi
MENJADI PEREMPUAN

“Hai fulan, apa merk celanamu waktu di dunia?” Tanya seorang Malaikat.
“Merk celanaku adalah ini dan ini, wahai Malaikat” Jawab si Fulan, seorang wanita yang sedang disidang oleh Malaikat di dalam kuburnya.
“Lalu apa merk bajumu waktu di dunia?” Malaikat melanjutkan.
“Merk bajuku adalah ini dan ini, wahai Malaikat” Sambung si wanita.

Apakah kamu menyangka malaikat akan menanyakan seperti hal di atas ketika kamu berada di dalam kubur?. Atau menanyakan apa-apa saja merk-merk baju dan celana yang kamu kenakan ketika hidup di dunia?. Tidak, sungguh tidak demikian. Malaikat hanya akan meminta pertanggungjawabanmu kenapa kamu menimbulkan dosa dari baju dan celana yang ber-merk tersebut.

Malaikat akan meminta jawabanmu. Kenapa kamu mengenakan jins yang kamu banggakan merk dan modelnya, sedangkan jins tersebut mencetak lekuk tubuhmu, me-reka pinggulmu, memperlihatkan jenjang kakimu, jins ketat tersebut, kamu kenakan untuk memperlihatkan semuanya secara blak-blakan kepada semua orang. Kamu kemudian mengenakan baju yang ketat, mencetak pinggangmu, berharap orang tau, bahwa kamu tidak mempunyai gelambir-gelambir lemak di pinggangmu, bahwa kamu adalah orang yang paling seksi dari sekian banyak wanita. Bahwa kamu adalah cantik dimata orang-orang.

Kemudian kamu geraikan rambutmu, bahwa rambutmu adalah rambut paling indah di dunia. Dengan rambut yang kamu geraikan, terlihatlah lehermu yang jenjang. Sewaktu kamu keluar rumah dengan menjajakan lekuk tubuh dan rambut yang tergerai indah itu. Kamu telah menjajakan dosa, dan suatu saat kamu akan dimintakan pertanggungjawaban atas dosa yang telah kamu jajakan.

Mungkin sekarang kamu masih gadis belia, yang merasa bebas, bahwa semua itu adalah hak-mu. Keluar rumah dengan memakai pakaian yang tidak sepantasnya, pakaian yang mencetak tubuhmu. Secara tidak langsung kamu telah membiarkan setiap lelaki untuk melihat dan menikmatinya. Lalu, saat kamu menikah, apa yang akan kamu hadiahkan untuk suamimu, apakah lekuk tubuh yang semua lelaki telah melihatnya, lalu dengan itu kamu mengira kamu masih spesial? Spesial karena kamu milik suamimu satu-satunya.

Saat gadis masih belia, kamu persembahkan tanganmu untuk digenggam oleh laki-laki yang belum tentu dia suamimu, yang seharusnya telah halal menggenggammu. Setelah kamu menikah, kamu hadiahkan genggaman itu untuk suamimu, padahal genggaman tersebut telah kamu hadiahkan untuk lelaki lain sebelumnya. Kamu hadiahkan pelukan itu untuk suamimu, padahal pelukan tersebut telah kamu hadiahkan untuk lelaki lain sebelumnya, dan hal lainnya yang tak pernah kita tahu, lalu kamu katakan bahwa kamu itu spesial bagi suamimu. Bukankah perempuan yang baik itu adalah untuk laki-laki yang baik, dan perempuan penebar dosa itu adalah untuk laki-laki yang penebar dosa.

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (QS. An-Nuur:3)

Sekarang kita lihat, betapa banyaknya perempuan yang berusaha hijrah dan berusaha menjadi lebih baik ketika mereka telah menikah, dengan dalih karena ingin menghormati dan mencintai suami, karena ingin membina hidup yang sakinah dengan keluarganya, agar dirahmati Allah. Hai….apakah kamu lupa? sebelum bersuami kamu hidup dengan siapa? siapa yang menanggung dosa-dosamu?. Tidakkah kamu sadar bahwa sebelum tanggung jawab terhadap kamu jatuh kepada suamimu, tanggung jawab itu berada pada ayahmu, tanggung jawab itu berada pada kakak laki-lakimu. Setelah menikah kamu tidak ingin membuat suamimu berdosa, namun sebelum menikah, dengan kamu mengenakan pakaian yang mencetak tubuhmu itu, tidak menutup auratmu ketika keluar rumah, apakah ayahmu tidak menanggung dosamu tersebut?. Lalu apakah kamu tidak mencintai ayah dan kakak laki-lakimu juga?.

Ada tiga orang laki-laki yang akan dibawa oleh wanita ke neraka, yang pertama adalah ayahnya, karena tidak pandai mendidik anak perempuannya, yang kedua adalah kakak laki-lakinya karena tidak pandai mendidik adik perempuannya, yang ketiga adalah suami yang tidak pandai mendidik istrinya. Apakah sebagai perempuan, kamu mau menjerumuskan ke neraka orang-orang yang begitu mencintaimu tersebut?.

Kamu sangat sering melihat setiap barang bernilai tinggi di etalase toko, terbungkus rapi. Apakah kamu tak ingin seperti mereka, atau kamu hanya ingin jadi seperti sebuah barang yang dijual di kaki lima, di lihat-lihat pembeli, dipegang, diusap, apakah barang bagus atau tidak, jika mereka tak menyukaimu, mereka akan pergi, lalu menunggu pembeli lain yang mau membelimu. Sebuah barang yang sama dengan merk yang sama, yang satu dijual di sebuah toko kaki lima, yang semua calon pembeli boleh menyentuhnya, dan satu yang lainnya dijual disebuah toko mewah, diletakkan di etalase yang disinari lampu neon, terbungkus rapi, dan tak ada pembeli yang boleh menyentuhnya. Menurutmu harga mana yang lebih tinggi. Nilai barang mana yang lebih berharga. Kamu akan tau sendiri.

Jadilah perempuan seutuhnya, jadilah perempuan yang memberikan hak itu kepada orang yang berhak. Cantik bukanlah sesuatu yang kamu pamerkan diluar, tapi sebuah pesona yang kamu bentuk di dalam, dan datang dari dalam. Cantik bukanlah sebuah kemolekan tubuh atau keindahan wajah, cantik adalah sebuah keistimewaan yang kamu jaga baik-baik, agar bernilai tinggi dan begitu spesial. Cantik bukanlah rambut yang kamu geraikan, atau lekuk tubuh yang kamu cetak dengan baju ketat, atau pinggul yang kamu reka dengan jins sempit dan rok mini. Cantik bukanlah fisik yang dipamerkan dengan menor, tapi sesuatu yang kamu jaga dengan baik di dalam, agar kamu spesial – istimewa. Cantik adalah rambut yang kamu tutup dengan hijab, lekuk tubuh yang kamu jaga dengan baju yang longgar, cetak pinggul dan betis yang kamu selimuti bukan dengan jins sempit atau rok mini.

Cantik adalah sesuatu yang kamu jaga untuk kamu hadiahkan kepada seseorang yang benar-benar merindukanmu dan dia mau mempertanggungjawabkanmu di dunia dan di akhirat – agar kamu istimewa di matanya, karena kamu pasti tidak akan mau memberikan sesuatu kepada seseorang yang tulus mencintaimu nanti, tapi sesuatu itu telah kamu berikan kepada orang lain sebelumnya, atau sesuatu yang telah banyak orang melihat dan menikmatinya. Istimewa adalah dirimu yang kamu jaga dengan baik, kamu tutup dengan baik, dan sesuatu yang kamu bungkus dengan rapi, itulah yang akan memberikanmu kecantikan, kecantikan dari dalam, kecantikan yang bernilai tinggi, kecantikan yang terbungkus rapi, bukan kecantikan yang sengaja dibuat-buat.

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)

Longgarkanlah pakaianmu, ulurkanlah hijabmu hingga menutupi dada, jangan biarkan jins sempit mencetak pinggulmu, istimewakanlah dirimu. Jagalah hangat tanganmu untuk menggenggam tangan yang berjuang untukmu – tangan yang mencari nafkah untuk kehidupan kalian. Jadikanlah dirimu sebagai seorang perempuan yang disisikan oleh Tuhan dan Malaikat lebih mulia dari bidadari, atau setidaknya sebagai seorang perempuan yang disetarakan oleh Tuhan sama dengan bidadari-bidadari yang dirindukan oleh para syuhada’. Janganlah pernah meminta seseorang sesempurna Muhammad jika kamu belum mampu semulia Khadijah, jangan pernah meminta lelaki terbaik di dunia, kalau kamu bukan perempuan terbaik di dunia.

 

  • view 239