Catatan Kerinduan H-0

M Ridwan Nurrohman
Karya M Ridwan Nurrohman Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Februari 2016
Catatan Kerinduan H-0

Hari 0

Selasa, 17 November 2015

?

Hujan telah menyamarkan air mata. Senyuman, menyamarkan kerinduan yang begitu besar menjelang detik-detik penerbanganmu. Aku hanya mencoba tersenyum, sayang, dengan harapan mungkin engkau takkan sampai sesenggukan, sulit bernafas dan lelah karena menangis saat itu. Aku takut anak kita kaget dan bingung, karena ibunya tersayang menangis syahdu.

Keramaian itu menyembunyikan pekik tangis anak kecil yang kakinya tak sadar terinjak orang besar disampingnya. Pun begitu keramaian itu menjadi kamuflase sempurna untuk menyembunyikan kehampaan diriku.

Semua penyamaranku usai, seketika hening menawarkan melodi-melodi lembut mengalun, mengantarkan sebuah syair kerinduan Sang Bulan kepada Matahari. Kerinduan tanah gersang bumi Kanreapia, kepada tetes kasih sayang Sang Hujan. Kehadiran sosok dirimu layaknya udara yang ku hirup setiap saat, dalam setiap lantunan suaramu mengantarkan ayat-ayat ilahi itu berwujud lebih nyata di pelupuk mataku.

Dari sudut jok mobil, siang itu, ku antar penerbanganmu dengan sebuah kejujuran, bukan kamuflase atau sekedar kepura-puraan.

?Air mata itu berlepasan dengan nakal, menari meninggalkan sepi yang begitu jauh tersungkur dalam hati. Selamat bertemu kembali, duhai kekasih. Ku titip anak kita, ajarkan ia sebuah arti perjuangan.?

?13.35 WITA