katanya bahagia itu....

Aldi rifki maulana
Karya Aldi rifki maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Juli 2017
katanya bahagia itu....

Seperti biasa, setiap kamis malam -- usai sholat isya, selalu saya sempatkan diri untuk sedikit berbagi pengalaman dan hikmah dengan adik-adik di remaja masjid. Malam itu saya buka pertemuan dengan satu pertanyaan, "siapa disini yang ingin bahagia?" Serentak mereka mengangkat tangan tanpa terkecuali. Lalu saya susul dengan pertanyaan "kalian tau caranya?" Mereka menarik tangannya kemudian terdiam dan menunduk seperti khawatir saya tunjuk diantara mereka untuk menjawabnya.

Saya katakan kepada mereka, kalo ingin bahagia ya Ta'at!! (kepada Allah). Dan kalo ingin lebih bahagia, ya harus bermanfa'at (ta'at dan bermanfa'at).

Sepertinya mereka setuju dengan gagasan saya. Maka saya coba lontarkan kembali satu pertanyaan "yakin akan bahagia hanya dengan ta'at? Meskipun kita ga punya uang?". Mulai nampak raut kebingungan di wajah mereka.. Baik- begini, Apakah malam ini ada yang tidak punya uang? Atau bahkan hari ini ada yang tidak punya uang samasekali? Tapi masih bisa tertawa lepas dan tersenyum?, ternyata ada beberapa orang yang mengangkat tangan, bagus! Karena ini akan membantu saya untuk melanjutkan pembicaraan . "Nah kan! (timpal saya), bahagia itu bisa meski kita ga punya uang, buktinya masih bisa tertawa dan senyum dengan lepas" karena ternyata banyak yang punya uang dan cukup dalam materi, mereka tidak bisa tertawa seperti kita.

 

Begitulah kira-kira saya mulai pembicaraan.

Mungkin karena masih terlalu polos, mereka kurang kritis dengan statement saya, padahal banyak celah untuk meruntuhkan argumen diatas, mereka tinggal bertanya "kak,lalu bagaimana dengan mereka yang tidak pernah ta'at tapi tetap bisa bahagia tertawa lepas dan gembira?"

 

Jawabannya ; mereka dan kita beda tipis (kelihatannya) .

Kita bisa tersenyum dan tertawa karena hati ini mampu menerima semua kenyataan dan apa-apa yang belum Allah berikan kepada kita. Bahagia kita tidak terletak pada satu objek materil, bahagia kita mengalir bersama aliran darah, dan bergerak bersama ritme detak jantung, dan yang paling penting ta'at (pada Allah Swt)  menjadi unsur paling penting. 

Sedangkan mereka, dipastikan senyum dan tawanya terikat objek materil, pada ada dan tiadanya . Jika ada, mereka bisa tersenyum dan tertawa bahagia, tapi jika tidak ada, hukum sebaliknya berlaku.

 

Ta'at adalah alasan kebahagiaan setiap orang, ta'at adalah pilihan hidup satu-satunya sebagai jalan pintas tercepat menuju bahagia.

 

Jika orang-orang yakin materi dan jabatan adalah sesuatu yang membuat mereka bahagia, tidak lama lagi pasti mereka akan dikejutkan dengan apa yang telah berhasil mereka raup!

Karena jauh  dari yang diharap

  • view 75