Lempuyangan Pagi itu

Rizqy Fajlian
Karya Rizqy Fajlian Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Januari 2018
Lempuyangan Pagi itu

Lempuyangan. Malam itu ketika ku datang, kau sambut aku dengan secangkir kopi di stasiun. Gaduh kereta, bising peluit bertebaran menyolok telingaku. Beberapa pedagang dan tukang ojek terbaring di pelataran stasiun. Pulas sekali tidur mereka, tertanda dari dekuran mereka yang keras, dan terlihat peluh di pelipisnya. Dalam hati ku "mereka pasti kerja sangat keras di siang harinya".

Ku teguk kopi yang baru saja disajikan oleh seorang ibu yang sudah tak muda lagi, alhamdulillah ucapku, nikmat sekali pagi ini. Sembari memainkan hp, aku melihat segerombolan anak muda yang baru saja turun dari kereta. Mereka bercengkrama satu sama lain. Tertawa, berteriak, berlarian, lucu sekali mereka. Dulu aku sering melakukan itu bersama teman-temanku. Tapi sekarang aku sendiri. Mereka meninggalkan ku. Oh tidak-tidak, lebih tepatnya aku yang meninggalkan mereka, Maaf semuanya.

Kembali aku seruput kopi hitam ini, kemudian ku nyalakan sebatang rokok. Fuhhh, ku keluarkan asap dari rokok ku dengan penuh perasaan "Allahu akbar Allahu akbar" terdengar suara adzan di mushola sebelah loket stasiun itu.

"Ah, baru saja satu sedotan". Ucapku dalam hati

Langsung aku bergegas ke mushola untuk menunaikan kewajiban. Ya, bagiku sholat masih hanya sebagai kewajiban belum sampai pada tahap cara untuk berdialog dengan raja semesta. Mungkin saja kedepannya aku bisa menganggap seperti itu.

Usai melaksanakan sholat ku teguk kembali kopi yang tadi ku tinggalkan. "Ya aku berpesan pada ibunya jangan dulu di ambil kopinya karena sehabis sholat aku akan kembali".

Kunyalakan lagi rokok yang tadi ku matikan.

"Sepi" ucapku

Seperti tidak ada kehidupan sehabis subuh ini.

***

"Dek bangun, sudah siang" ucap seorang tukang ojek

"Oh sial, ternyata aku ketiduran!" Ucapku dalam hati

Aku beranjak dari bangku dan membayar kopi yang sejak sebelum subuh ku pesan

"Nuwun sewu ibu, maaf aku ketiduran tadi" ucapku

"Yo ora opo-opo lek, ibu tadi mau nganu, mbangunin tapi kasian, sepertinya kamu kecapean" ucap ibu itu

"Terimakasih kalo gitu bu, monggo" ucapku sambil pamit

Aku pergi ke mesjid tadi, untuk ikut mandi.

"Sueger banget air di sini, gak dingin seperti tempat ku dulu berlabuh" ucapku dalam hati

Setelah tenaga ku kembali, aku kembali ngecek hp ku. Ternyata belum dibaca juga.

"Ya, dari semalem aku ngontek temen buat nyuruh jemput ku di stasiun, tapi dia belum datang juga"

Aku lanjut jalan-jalan dulu aja lah, itung-itung nostalgia.

  • view 60