Membaca dan Menulis = Menabung dan Bersedekah

rizqi rangga aufar
Karya rizqi rangga aufar Kategori Motivasi
dipublikasikan 22 Februari 2016
Membaca dan Menulis = Menabung dan Bersedekah

Teman-teman, kita budayakan yuk untuk membaca dan segera menuliskannya.

Kita biasakan?diri kita untuk hidup dengan ilmu pengetahuan yang segera diamalkan.

Dengan membaca, kita bisa lebih banyak memiliki sudut pandang dalam menyikapi hal-hal di sekeliling kita. Alangkah lebih bijak jika kita bisa memberikan solusi dan dampak positif untuk lingkungan kita saat ini. Right?

Ini adalah beberapa ilustrasi bahwa kita akan terus belajar sepanjang hidup:
Kita mulai belajar berbicara dari ajaran orang tua saat kita masih kecil. Kita belajar ilmu agama dari dari ajaran orang tua, guru agama di sekolah, menghadiri majlis ilmu, dan pedoman agama Islam yaitu Al Quran dan Hadits. Kemudian juga, kita belajar tentang caranya membangun rumah tangga yang penuh kedamaian hidup dari orang tua kita.

Hal tersebut sudah membuktikan bahwa kita sudah ?membaca? saya artikan sebagai ?belajar?.

Ilmu yang telah kita dapatkan akan sia-sia ketika tidak kita aplikasikan dan bagikan. Hasilnya kita hanya hidup sebagai orang yang penuh teori tanpa adanya gerakan dan kemanfaatan. Sehingga tidak akan adanya ruh dari ilmu yang kita dapatkan, dan tidak akan ada keberkahan ilmu yang didapat.

Apa tandanya seseorang yang mendapatkan ilmu tetapi tidak mempunyai ruh serta tidak berkah?
1. Merasa tidak adanya perkembangan dalam hidup.
2. Iri, dengki, dan menghasut menjadi belenggu pandangannya terhadap orang lain.
3. Hidup yang penuh dengan mengeluh dan galau.
4. Tidak punya tujuan hidup, prestasi pun tak ingin diraih.
5. Selalu menyepelekan kebenaran yang disampaikan. Malah tutup kuping dan merasa paling tau segalanya.

Kita bisa lebih banyak mempunyai sudut pandang yang luas jika kita mulai banyak membaca banyak hal. Bukan hanya 1 buku favorit saja yang dibaca, tapi berbagai macam buku yang harus dibaca. Sampai keadaan sekelilingnya pun dibaca. Melihat, mendengar, dan merasakan adalah bentuk aktifitas membaca.

?Sebaik-baik pembaca adalah ia yang membaca dengan kepedulian, dan ia mampu memberikan respon positif berbentuk action terhadap apa yang ia baca, sehingga maslahat (semua macam kebaikan) yang akan dihasilkan.? ? Rangga

Sehingga hidup kita bukan lagi hanya asik dan menikmati membaca saja, melainkan, kita juga selalu aktif sebagai penulis (eksekutor) yang memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Membaca dan menulis sama seperti menabung. Membaca dan menulis sama seperti bersedekah. Mengumpulkan, lalu membagikannya tanpa pamrih.?Maka banyak-banyaklah membaca dan menulis, lalu segera mengaplikasikan dan membagikannya. Niatkan segala hal hanya karena untuk mendapatkan ridho Allah. Ikut sertakan Allah dalam segala kegiatan.

InsyaAllah berkah.

Temukan update kegiatan seru saya di Twitter, Instagram, dan Facebook.

Posted by Rizqi Rangga Aufar

  • view 199