''Sungguh Aku Bersyukur Terlahir dari Rahim Istrimu''

rizqif pangestuti
Karya rizqif pangestuti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Maret 2016
''Sungguh Aku Bersyukur Terlahir dari Rahim Istrimu''

Aku mungkin tak bisa mengingat bagaimana pertama kali, kau mengajariku cara berjalan. hingga hari ini aku bisa berlari secepat ini. Tapi bapak, aku selalu bisa merasakan kehilangan saat kita berjauhan. Aku masih ingat waktu itu, selesai ospek hari ketiga kuliahku di luar kota. kau menelfonku, hari itu aku sakit dan suaraku habis, mungkin tak terbiasa dengan ospeknya, dan tiba-tiba subuh itu kau sudah datang dengan pakain batik korpri lengkap dengan tas kerjamu, sampai di malang dan lupa membawa hpmu . Bapak tahu tidak? hari itu ibu marah besar padaku, karena aku sakit dan tertidur setelah menerima telfonmu sore itu hingga dini hari aku tertidur pulas tanpa tahu apa yang kau kerjakan. bapak selalu seperti Hujan yang turun dari langit sengaja tuhan kirimkan untuk basahi bumi yang kering. ya turun deras begitu saja tanpa memperhitungkan berapa embun dedaunan yang menguap dan bulir air laut yang terus menguap ke langit.

?

Yang luar biasa adalah kau selalu memberi yang terbaik, tanpa aku minta, karena kau tahu aku takkan memintanya meskipun aku ingin. 10 menit sore ini rasanya aku menebus rinduku untuk mu, kerinduan akan berbagi banyak hal lebih dalam hanya berdua saja. membicarakan mimpi idealisme kita. bukan seperti bapak dan anak tapi sahabat baik, rekan kerja dan partner bermimpi. "Berbagi" rasanya kata itu tidak pernah lepas dari pembicaraan kita. mungkin aku hari ini seperti ini, karena aku lahir dari rahim istrimu, ibuku. :). kau mewariskan banyak hal, tapi yang paling ku sukai adalah warisan tentang idealisme ini.?

?

Bapak kadang caraku mencintaimu dan ibu berbeda dengan anak lainnya yang mungkin begitu patuh dan takut. tapi aku sering mencintaimu dengan kenakalan, kebohongan, dan juga mendebat dengan kritis setiap aturan yang kau tetapkan. bapak kadang aku hanya butuh didengarkan. tidak lebih.?

?

Bapak itu seperti nakoda yang sabar tapi tegas, tapi sekali marah wuuuuuuhhhh... mungkin semut pun akan mati seketika. hehehe. tapi aku menikmati kemarahanmu padaku, itu bukti peduli kan? tapi akhir-akhir ini kita jarang berdebat. dan aku mendengar banyak keluhan dari bibir bungkammu yang biasanya tak pernah bilang ngantuk meskipun akhirnya tertidur di meja kerjamu. bapak izinkan aku hari ini sedikit mengutip nasehat yang ku baca mungkin belum sempat kau baca. Ujian itu bukti sayang Tuhan untuk hambanya, hidup ini adalah ruang belajar yang luas, dan tuhan membaginya secara langsung kelas-kelasnya. semakin tinggi kelasnya maka ujiannya semakin sulit. seperti saat ujian sekolah. bapak selalu bilang. bukan nilai baik yang harus kamu cari, tapi pemahaman baik. iyaa kan? Tuhan hari ini sedang meningkatkan kemampuan kita untuk memahami tentang Dia. :)

?

Hidup ini memang akan selalu diciptakan tidak pasti. maka itu strategi terbaik untuk nya adalah "terus memainkan peran kita" kadang kita tak harus selalu menjadi lebah penghasil madu yang manis, tapi hanya butuh menjadi air yang mengalir dari hulu ke laut lepas, dengan sifatnya yang selalu menempati ruang, kita hanya butuh menjalankan peran kita. bukankah bapak selalu bilang dengan nasehat "jaga kelakuan baikmu" bukan "jaga nama baikmu saja". manusia bisa saja terus salah sangka tapi Tuhan tidak pak. kita harus percaya :).

?

ini hanya pemberhentian sementara untuk kapal kita, dan kita akan segera melanjutkan perjalanan untuk tujuan akhirnya, Semoga bapak sehat selalu dan terus bisa jadi nakoda yang kuat. dan percayalah ini hanya pemberhentian sementara, kapal kita akan kembali ke perjalanannya. dan kau sangat luar biasa :D memimpin kapal ini selama bertahun-tahun, kita pernah menghadapi gelombang laut yang lebih dari ini sebelumnya, dan lihatlah? kita sampai di sini dan ini bukti kalau bapak mampu. Bapak, kau selalu bilang aku bukan putri kecilmu lagi, iya memang, tapi aku selalu terlihat seperti anak kecil untukmu. ada aku :). dulu bapak yang selalu mengawasiku saat belajar berjalan agar tak terjatuh, hari ini aku yang akan membantumu berdiri saat sulit untuk berjalan kembali tanpa kau minta seperti, kau yang selalu mencukupi segalanya, untuk kami penumpang sejati kapalmu aku, adek dan ibu. :D

?

?

Aku rasa kita butuh libur bersama, lihat saja, ini foto yang diambil 1 tahun lalu 2013, liburan berempat terakhir kita. terlalu lama... harus segera diperbarui kan??

  • view 141