Dongen Sepasang Kaki

Dongen Sepasang Kaki

rizqif pangestuti
Karya rizqif pangestuti Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 15 Maret 2016
Dongen Sepasang Kaki

?

?

Di suatu pagi yang terik...

''Kamu apa kabar?'' Sapa sang kaki kiri pada kaki kanan. ''Aku lelah sekali, kenapa jalan ini begitu panjang untuk dijalani?'' Kaki kanan ngedumel dengan kesalnya pada kaki kiri. ''Hahahaha..dari pada kamu ngedumel, dan terus menyalahkan jalan. Rasanya lebih baik kamu bilang sama tuan kita sampaikan lelah mu padanya. Yaaah meskipun dengan begitu jalanan ini tidak akan kunjung memendek, setidaknya tuan kita bisa berhenti dari perjalanannya, lalu kita bisa beristirahat sejenak'' jelas si bijak kaki kiri.

?

Mendengar saran panjang lebar kaki kiri. Kaki kanan mulai berfikir sepertinya benar. Dari pada dia terus saja menggerutu menyalahkan jalan yang begitu panjang karena lelahnya, mungkin menyampaikan lelahnya pada tuan mereka adalah idebagus.

?

Rasa lelah kaki kanan ia kirimkan pada tuannya melalu saraf telapak kakinya , bagian yang paling sakit karena lelahnya. Dengan seketika rasa sakit dikirim oleh aliran2, loncatan-loncatan elektron. Yang akhrnya sampai pada otak tuan mereka. Secara otomatis maka tuannya pun merasakan sakitnya kaki kanan juga lelahny. Sampai akhirnya memilih untuk duduk sejenak untuk beristirahat.

?

Sembari duduk beristiraha, untuk menunggu kapan perjalanan akan dilanjutkan kaki kanan kembali menggerutu dan mengeluh ''sampai kapan perjalan ini selesai. Liat saja ujung jalannya sama sekali tidak terlihat!'' Dengan sabar kaki kiri terus mencoba membesarkan semangat kaki kanan untuk melanjukan perjalanan mereka dengan tuan mereka ''sudahlah kaki selamanya diciptakan untuk berjalan. Bagi kaki seperti kita perjalanan bukan sekedar sebuah rekreasi atau yg lainnya. Karena perjalanan itu adalah hidup itu sendiri. Tau kah kamu? Bukan menunggu yang membosankan. Tapi kekosongan gerak dan minimnya kreativitas indah yang membuatnya menjadi membosankan, jika kamu terus saja bertanya hal yang sama ''sampai kapan kita harus berjalan?'' Tentu saja aku tak pernah tau juga. Yang jelas kita akan terus berjalan sampai tuhan menghendaki tuan kita selesai dalam perjalanannya. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Pun juga tidak ada yang abadi pasti ada saatnya semuanya selesai dan berhenti tak tau kapan, tapi yang pasti akan ada.

  • view 215