Titik

Dwiza Rizqy Utami
Karya Dwiza Rizqy Utami Kategori Puisi
dipublikasikan 16 Maret 2016
Titik

Malam~
Hai, sahabat. Sudahkah tidur? Jika belum, mari menerima cangkirku. Aku memiliki secangkir puisi narasi yang tak begitu manis. Bolehkah kuletakkan di piring kecilmu? Silakan diberi gula kata agar lebih manis.
------
Titik
RDU

Katamu, titik adalah awal, bukan akhir. Hanya warna kecil sebelum membentuk garis, huruf, kata, kalimat, paragraf, lalu cerita.

Katamu, titik adalah awal. Seperti pertemuan awal kita yang tanpa kenal, tanpa tegur, tanpa sapa. Hingga berproses jabat tangan, saling sebut nama, saling mengingatnya, lalu berbagi cerita.

Katamu, titik adalah awal. Jikapun ada titik di akhir kalimat, tak perlu dicemaskan, kita bebas menambahkan kalimat, paragraf. Bahkan menambahkan cerita, menjadi dua, tiga, puluhan, ratusan, ribuan, atau bahkan tak terhitung batasnya.

Titik adalah awal, aku setuju denganmu. Hingga tak perlu berpikir bagaimana mengakhirinya, karena kita terlalu indah untuk diakhiri

Rawamangun, 13 Maret 2016

?

(Tulisan ini diperuntukkan Forum Idekita yang sedang berulang tahun yang ke-12. Selamat ulang tahun, FIDE. I LOVE YOU)

  • view 169