Ayo Daftar Bidikmisi

Dwiza Rizqy Utami
Karya Dwiza Rizqy Utami Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Maret 2016
Ayo Daftar Bidikmisi

Adik2 SMA sederajat yang akan lulus, kusarankan segera daftar bidikmisi (BM) jika sungguh2 ingin kuliah namun penghasilan ortu tak mencukupi, jangan sepertiku yg kini kelabakan. Orang nekat kayak aku mesti banyak belajar mental anti karat anti pecah anti bocor anti baper haha. So, berani aja daftar BM.

Oke, sesuai janji, kuceritakan tentangku. Dua tahun lalu, aku pernah daftar BM seorang diri di SMA-ku. Sudah kuajak teman2, tapi mereka pada takut sebab jika IP tidak mencapai 3, beasiswa BM tsb akan dicabut. Beda denganku yang nekat mendaftar BM untuk seleksi PTN jurusan pend.mtk. Huuu syemangatnya, pasti. Snmptn, sbmptn dan mandiri sudah kujalani. Hasilnya? Tet tooot gagal haha. Eh kan gagal itu kesuksesan yg tertunda. So di tahun kedua (2015) kudaftar lg sbmptn, namun tidak dengan BM lagi krna harus daftar di sekolah lagi, aku merasa gak enakan kalau seandainya aku gagal selesi sbmptn lagi. Padahal guru2 tak ada yg merasa keberatan membantu. Hehe.

Akhirnya kudaftar sbmptn jurusan yg berbeda dari minat sebelumnya, yakni PLB. Ya, banting stir. Lulusan ipa tapi tes soal shosum hehe. Tak mengapa, memang Februari 2015 aku mendadak terinspirasi oleh dunia ABK. So, aku beranikan ke pilihan ini. Kalau kata guruku sih, aku cocoknya ambil sastra grin emotikon Efek suka nulis cerpen, puisi dan jadi tim jurnalis di SMA wkwk. Tapi ujung2nya pilih yang beda aja hehe. Dan taraaaa, Alhamdulillah diterima.

Tapi. Ada tapinya. Ya meskipun syukur itu tak boleh pakai 'tapi' dan 'meskipun'. Ok, tapi aku tak pakai beasiswa dari awal masuk, pun saat verivikasi UKT lisan ini kelu untuk menjelaskan keadaan ortu. Lagi-lagi tet tooot, aku elus dada saja karena mendapat golongan UKT yang tinggi menurutku. Alhasil aku harus terus meneguhkan keyakinan bahwa mencari ilmu itu jihad fii sabilillah, dan jika diniatkan berjihad InsyaAllah Allah jamin smile emotikon

Kini, aku masih terus-menerus mencari beasiswa brsama teman2. Kukira yg bernasib sepertiku hanya aku, tp trnyata salah besar, aku masih punya bnyak tman pejuang lainnya. Bahkan ada orang yang melebeliku di depan ibu, 'Uut itu bagai bumi yang merindukan bulan' (ya, ini pribahasanya salah, tapi intinya aku itu gak ada kapoknya ngarepin hal yg gak wajar hoho)

Pada akhirnya menjadi bunglon harus kuikhlaskan, ya kuliah, ya ngajar, ya organisasi, ya dagang. Justru Alhamdulillah masih diberi Allah kekuatan dan fungsi tubuh yg lengkap sehingga masih bisa ke sana ke mari. Sekali lagi, bukan hanya aku yg seperti ini, tapi baaanyak.

Aku cerita seperti ini agar adik2 gak ragu untuk daftar BM jika benar2 ortunya gak mampu membiayakan kuliah. Sebab aku teringat bapak ojeg yang pernah kutumpangi, ia curhat ttg anaknya yg akan lulus dan minta kuliah, sedangkan beliau hanya ngojek, istrinya gak kerja dan anaknya lima. Waduh, aku harus banyak bersyukur keadaanku gak seperti itu. Sayangnya, aku lupa minta kontak anaknya, ya siapa tau aku bisa menyemangatinya. Aku paham betul perasaan bimbang bapak ojeg tersebut, krna tiba2 saat itu aku teringat bapakku yg jg pernah menolak permintaanku kuliah di negeri, tapi ya dasar aku ini nekatan hehe. Sebenarnya gak mesti negeri sih, tapi kalau ada banyak kesempatan beasiswa yg didapat kenapa gak? Ini semua hanya pilihan. Jadi, bagaimana pilihanmu?

Intinya, jadilah pemberani!
Orang kece itu adalah orang yang berani mengambil resiko atas setiap pilihannya.

Semangat kumbang(kuliah&berkembang)!

^_^RDU^_^

?

----

Ini tulisan copas dari fbku, siapa tau ada yang mau baca di sini hehe. Btw, ada yang sebentar lagi akan lulus SMA/sederajat gak, nih?

  • view 200