Hanya Milik Berlima

Hanya Milik Berlima

Dwiza Rizqy Utami
Karya Dwiza Rizqy Utami Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Hanya Milik Berlima

Hanya Milik Berlima
Dwiza Rizqy

Aspal, debu, dan kita, terangkai dalam satu kebisingan. Kau bergetar saat kuayun kepalamu ke tanganku, dan getaran itu iringi dendangku.

Lepas...
Kulepas segala. Hidupku seharusnya usai dari segala pikir. Berdendang saja. Meski terhuyung, berdendang saja. Siapa peduli?

Seusai berdendang, kutadahkan kantong dengan harap logam-logam memasuki tubuhnya. Hanya begitu, dan terus begitu.

Lalu aku meloncat ke aspal, disapa debu, dan tubuh rampingmu tetap kugenggam. Kau, sahabat setiaku. Pastinya kau tiada lelah, hanya badanku yang lelah, hanya badanku, bukan aku. Sebab aku tak ingin merasa lelah, seperti halnya engkau yang terus siaga kuhuyung-huyung demi iringi dendangku. Kepalaku juga enggan penuh hal sebagaimana dirimu yang tak pernah ada pikir.

'Kita nikmati hidup saja!' mungkin begitu jika kau bisa bicara.
Ya...nikmati saja, tidur beratap bintang-bintang di langit.
Nikmati saja...berselimut angin dan nyamuk.
Nikmati saja...
Kini, tubuh rampingmu dan kepalamu ikut terbaring di atas dadaku.
Nikmati saja...dunia milik kita belima
: kita, tangis, tawa, dan hampa.

Cileungsi, 19 Oktober 2014