Pemuda Aktif untuk Generasi Emas Indonesia

Dwiza Rizqy Utami
Karya Dwiza Rizqy Utami Kategori Motivasi
dipublikasikan 16 April 2016
Pemuda Aktif untuk Generasi Emas Indonesia

Pemuda Aktif untuk Generasi Emas Indonesia

 

Rizki Dwi Utami/Pendidikan Luar Biasa/Angkatan 2015/Universitas Negeri Jakarta

 

Membahas tentang pemuda tak jauh dari upaya aksi nyata. Semangat menggeloranya membuat pemikirannya tak henti mengkritisi penyimpangan-penyimpangan yang ada di bumi pertiwi ini. Selama masih ada rakyat yang menderita, tak terpenuhi kebutuhan hidupnya, dirampas haknya, pemuda lah tonggak perubahan itu. Pemuda memiliki banyak potensi untuk pro aktif membangun bangsa.

 

Dari pemikiran-pemikirannya yang terbuka dengan harapan besar bangsa, pemuda dapat aktif dengan diskusi tentang segala hal yang harus dibenahi, pengkawal pihak yang terkait, aktif dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan, lalu beraksi nyata di lapangan.

 

Jika segala hal itu dilaksanakan, maka akan berdampak pada masa depan Indonesia yang emas. Lama memang, tak ada pergerakan yang langsung terkabul ala jin botol, tapi dengan keyakinan dan rapatnya barisan, tak ada hal yang mustahil.

 

Tetap berjuang, sebagaimana para pemuda sebelum kemerdekaan yang memerjuangkan kemerdekaan dari penjajah. Tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

 

Kini, kita berada dalam masanya berjuang melawan 'jajahan halus' versi penanam investasi asing, ataupun melawan krisis identitas nasional pada diri bangsa ini. Maka dari itu, kita sebagai pemuda harus makin sigap dalam merapikan barisan dalam membela negara. Selain itu pun kita tak boleh lupa bahwa pemuda punya tiga peran penting yakni, berfungsi sebagai Agent of change, moral force and sosial kontrol sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

 

Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkua ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi. Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.

Oleh karenanya, kita tidak boleh kalah dengan pengaruh globalisasi. Meski secara kasat mata kini jelas terlihat bahwa lebih banyak pemuda yang anti sosial, bergaya hidup hedonisme, tidak peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini, dan dalam urusan akademik pun banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka adalah insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju kemajuan bangsa. Padahal baik dalam kondisi banyak permasalahan ataupun kondisi tanpa masalah serius, pemuda dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa yang lebih baik.

Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah pewaris bangsa dan negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global.

Maka dari itu, semangatlah, para pemuda. Mari kita tingkatkan lagi nasionalis dalam jiwa muda kita, agar identitas kita tak krisis dan generasi selanjutnya tak menangis. Pengakuan merdeka saja tak cukup, ada hal berkelanjutan yang amat penting lagi, yaitu: menjaga.

Mahasiswa Hidup!

Rakyat Indonesia Hidup!

 

#SAC2016

#GreenForceUNJ

#BEMUNJ

 

sumber gambar: http://dtad.deviantart.com/art/Ad-Poster-Pemuda-Itu-Aku-430090587

  • view 545