Gerakan Sosial Harus Inovatif

Dwiza Rizqy Utami
Karya Dwiza Rizqy Utami Kategori Motivasi
dipublikasikan 01 April 2016
Gerakan Sosial Harus Inovatif

Gerakan Sosial Harus Inovatif

Oleh: Rizki Dwi Utami

Dalam kesempatan diskusi bersama Youth Proactive di Hotel Santika, Depok (12/3), kami mendapatkan banyak hal yang berkaitan dengan apa, siapa dan bagaimana itu gerakan sosial bagi para pemuda.

Pertama, kami disajikan dua cuplikan film yang berisi tentang pentingnya bukti dan pentingnya komunikasi yang kreatif dan inovatif. Itu berkaitan dengan gerakan sosial yang harus mencari bukti lalu memberikannya kepada pihak yang bisa dituntut karena suatu isu, agar kemudian apa yang menjadi tujuannya tercapai. Namun dalam era yang semakin dipenuhi oleh globalisasi ini banyak orang yang tinggal lewat saja (apatis). Itu sebabnya komunikasi yang dilayangkan gerakan sosial harus kreatif dan inovatif, yakni agar masyarakat umum ikut serta dalam gerakan sosial yang kita gerakkan.

Membahas tentang gerakan sosial, kita harus lihat beberapa contoh studi kasus yang diangkat dalam kesempatan kali itu, di antaranya adalah Oxfam, Greenpeace dan Transparency International (TI). Oxfam memiliki volunteer, tim aksi dan juga menerima sumbangan, sehingga semua orang akan merasa menjadi pelaku pergerakan. Adapun yang berbeda dari Greenpeace adalah selalu memiliki bukti-bukti dan disajikan dalam pesan yang kreatif dan inovatif, sehingga ?simbol-simbol? yang dimainkan dalam pesannya mengena ke semua yang menerima pesan-pesan dari mereka. Yang terakhir, TI. Yang membuat TI berbeda dengan yang lainnya adalah TI lebih memiliki banyak kanal-kanal partisipasi, agar gerakannya lebih massif dari berbagai bidang.

Dari ketiga gerakan tersebut, dapat ditarik cara-cara gerakan sosial agar gerakannya dapat berhasil merealisasikan apa yang ditujunya. Di antaranya adalah:

  1. Membuat analisa suatu isu tentang siapa yang dirugikan, apa dampaknya dan siapa yang diuntungkan. Sehingga dapat diketahui apa saja bukti dan aktor yang membuat mata rantai problem yang ada.
  2. Membuat kanal-kanal agar semua ikut merasakan menggerakkan perubahan
  3. Buat pergerakan; dalam gerakan ini sebaiknya menyajikan gerakan yang unik, seperti menggunakan seni, agar penyajian pesannya dapat tersampaikan dengan gaya yang berbeda dan mengena di hati setiap yang mendapat pesan dari suatu gerakan tersebut.

Di sini ditekankan bahwa gerakan sosial sangat berbeda dengan gerakan politik. Gerakan sosial adalah gerakan yang bukan untuk menggulingkan pemerintahannya, tapi bagaimana caranya agar sesuatu yang bermasalah dapat diselesaikan dengan gerakan-gerakannya. Seperti halnya kuku yang panjang, pasti kita hanya memotong kukunya saja dan bukan jarinya, bukan? Seperti itu pula harusnya gerakan sosial, yang dilakukan adalah bergerak demi perbaikan suatu masalah dan bukan malah menuntut menggulingkan pemerintahannya.

Contoh-contoh gerakan sosial yang ada di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah gerakannya Ibu Kartini yakni emansipasi wanita, dan gerakannya Ki Hajar Dewantara. Adapun contoh-contoh terbaru adalah Gerakan Lingkungan Hidup dan gerakan Hak Azasi Manusia

Dalam diskusi tersebut, kami diajak untuk bermimpi. Mimpi untuk diri sendiri, kota, Indonesia dan dunia. Mengapa harus bermimpi? Karena dengan bermimpi kita dapat menyatukan harapan masa depan bersama. Seperti saran dari salah satu volunteer YP 3 yang bernama Acong, kita harus menjadi penggerak yang mendengar pengaduan-pengaduan. Ia pun menyarankan agar mendengar pengaduan dari berbagai daerah di Indonesia, agar kita juga tahu permasalahan yang dirasakan langsung oleh orang-orang di daerah yang jauh dari Ibu kota. Setelah itu, buat analisis, lalu membuat hal-hal yang inovatif. Volunteer YP 3 yang lain, Latifah, menambahkan, bahwa kita pun harus terbiasa dengan kegiatan volunteering untuk menambahkan keepekaan kepada masyarakat.

Lalu pemateri menyimpulkan dari semua impian volunteers YP beserta saran-saran demi mewujudkan impian tersebut, bahwa kita harus memiliki kemampuan komunikasi yang inovatif. Kita harus membingkai semua permasalahan menjadi satu bingkai bernada positif. Jika permasalahan yang dituju adalah korupsi, maka kata-kata yang membingkai tersebut adalah ?Jika angka korupsi menurun, maka banyak hal baik yang akan kita dapat?. Saya setuju, karena masayrakat umum sudah lelah dengan realita buruk yang ada, apalagi jika ditambah dengan opini-opini buruk yang memperparah keyakinan kita untuk membangun negara ini menjadi lebih baik lagi. Bangsa ini sudah lelah, jangankan untuk kebutuhan aktualisasi diri, untuk kebutuhan dasar pun masih banyak yang meraba-raba memenuhinya. Itu sebabnya mengapa kita harus membangun opini baik pada masyarakat tentang Indonesia yang lebih baik jika tanpa korupsi.

Anti korupsi itu bukan hanya milik KPK, tapi seharusnya juga tanggung jawab kita sebagai anak bangsa. Kita harus membuat suatu gerakan yang dari kita dan untuk kita. Bisa dengan menulis novel, membuat film, atau apapun itu kreativitasnya. Beliau juga memberi ide agar membuat buku panduan volunteer, agar kegiatan yang dilakukan volunteer lebih terencana sesuai pembagian tugas berdasarkan bidang yang dikuasainya. Sebenarnya saya masih belum terpikirkan bagaimana buku panduan yang ia katakan, namun jika hal itu bisa membuat para volunteer makin bersungguh-sungguh lagi, saya setuju dengan hal yang ?beda? tersebut.

Di akhir diskusi, kami dapat menyimpulkan bahwa gerakan sosial benar-benar gerakan yang harus berdiri sendiri, bukan gerakan yang dengan menggandeng gerakan politik. Kami sempat dibuat bingung oleh hal ini, karena pada umumnya contoh gerakan-gerakan di Indonesia yang mengatasnamakan gerakan sosial itu ternyata adalah gerakan politik. Kebanyakan dari kami, termasuk saya, sempat berpikir, bagaimana bisa gerakan orang-rang yang tak punya kekuasaan ini didengar oleh para petinggi, sehingga butuh adanya politik demi memperlancar gerakan tersebut. Ternyata ini adalah kesalahan besar. Jika memang ingin bergerak sebagai gerakan sosial, maka seharusnya benar-benar independen tanpa pencampuran dengan gerakan politik, karena ditakutkan kelak akan menjadi keberpihakan pada suatu politik tersebut.

  • view 310