Pelangi diatas pelangi

Dina Rizki Amelia
Karya Dina Rizki Amelia Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 04 November 2016
Pelangi diatas pelangi

Aku Adeeva Afsheen Myesha = Karunia kehidupan yang bersinar seperti bintang di langit yang menyenangkan

 

Sekian lama aku melangkah dalam kegelapan malam, penuh dengan rintangan untukku melangkah sejauh ini, hingga aku menemukan cahaya itu, iyah aku melihatnya sendiri, dan akupun merasa nyaman dengan diriku yang sekarang ini, saat ini, detik ini, jam ini, hari ini, bulan ini, tahun ini, hingga seterusnya.... subhanAllah, kini aku menemukan siapa diriku yang sebenarnya, lewat pena yang ku tulis ini, aku ingin berbagi cerita tentang kisah perjalanan hijrahku, dari kegelapan menuju insyaAllah cahayaNya.

Awal saat aku kecil, aku dibesarkan dengan keluarga yang biasa,  dengan sepengatuhan agama yang biasa, tapi kedua orang tuaku memfasilitasi aku masuk ke sekolah madrasah, iyah, aku diperkenalkan ilmu agama sebelum masuk kesekolah, hingga umur 9 tahun alhamdulillah  khotmil Qur’an, disitu pertama kalinya aku membuat bangga kedua orang tuaku, tidaj sia-sia aku belajar 5 tahun tentang agama,

 

Saat dibangku Sma, aku masih saja belum memakai hijab, jelas-jelas islam mewajibkan wanita muslim itu menutup dirinya dengan hijab. Aku yang hanya memakai hijab saat disekolah saja, dan setelah pulang dilepas kembali, hingga aku menemukan seorang sahabat yang baik hatinya, adira  { Adira Azzahra = Seorang mulia yang memiliki kekuatan besar yang sangat baik dan cerdas}

 namanya, aku belajar banyak hal darinya, kami belajar, bermain bersama, bahkan aku

 banyak belajar agama darinya, ya karena dia dari keluarga yang agamanya tidak seperti keluargaku . Suati hari aku bertanya padanya  “teh, dari dulu saya suka sama perempuan itu, sunguh beruntunga dia mempunyai wajah yang cantik jelita, memiliki senyuman yang paling manis, jilbab panjangnya, baik hatinya, muslimah banget, huuhh, sempurna banget deh, andai aku cowo pasti aku ngejar-ngejar perempuan yang sempurna seperti dia” ujarku , “mana?”adira,  “itu...” aku sambil menujukkan kearah  teh fanin yang cantik jelita itu, “owh, teh fanin yah,” adira, “iya teh, kalau aku jadi cowo aja, aku akan nunggu dia, hehe” candaku, “hahaa akh kau berarti kamu enggak bersyukur dong, dengan apa yang kamu miliki sekarang?” adira mulai ceramah, “hahaa bukan  begitu teh, tapi ya cuma iya berkata jujur aja, enggak salah kan teh kita jujur?” tanyaku, “ iya enggak salah hanya saja kamu berlebih,  dia mempunyai wajah cantik, mempunyai senyuman yang manis inget loh itu ciptaan siapa, baiknya kita mengAgungkan denngan Penciptanya, karena Dia yang  menciptkan manusia sebaik baik mungkin, termasuk kita, harusnya kita bersyukur dong dengan apa yang kita miliki saat ini, Allah telah menciptakan kita dengan kelebhan dan kekurangan, apabila kita diciptakan dengan kelebihan saja, takutnya nih nanti kita malah jadi kufur nanti, menjadikan diri kita orang yang sombong, padahal jelas-jelas kesempurnaan ini semua hanya milik Allah, dan apabila kita diciptakan hanya kekurangannya saja pasti kita juga jauh lebih mendustakanNYA, seolah apa gunanya hidup dengan kekurangan, makanya Allah mengatur kita sebaik-baik mungkin dengan apa yang kita miliki saat ini. Justru dengan imbang itulah kita menyadari bahwa kehebatan , kesempurnaan itu hanya milik Allah semata.   Kecantikan itu anugerah, tapi sayang dengan kecantikan itu justru menyulitkan kita para muslimah, takutnya tuh kaya kamu tadi, mengundang syahwat, astaghfirullah, cukup apa adanya sajalah teh, toh kecantikan itu datangnya dari hati bukan dari wajah yang jelita, cantik semua perempuan itu cantik, tapi kecantikan hati kitalah yang Allah cintai, cantik hati, kaya iman itulah muslimah, bersyukur itu indah, coba deh cari surat ibrahim ayat 7, luar biasanya bersyukur.” Adira panjang lebar, “baiklah teh, makasih yah pelajaran kali ini”, aku, “iya sama-sama, udah waktunya dzuhur, ayo kita ke masjid,” ajaknya...

 

SubhanAllah, banyak pelajaran yang aku ambil darinya, terima kasih Allah, telah memberikan sahabat terbaik sepertinya. 

 

Dina Rizki Amelia

  • view 137