Teruntuk Pagi

rizka dwitya puspitasari
Karya rizka dwitya puspitasari Kategori Puisi
dipublikasikan 20 Juni 2017
Teruntuk Pagi

Pagi, yang menyapaku di setiap nafas.
Teruntuk pagi yang memberiku pesan berita.
Tentang pertanyaan yang membuncah perlahan.
Tentang hati yang menunggu jawaban.
~
Bagaimana kabarmu?
Yang sesaat lalu kau terlihat semu.
Hanya bias yang Nampak lalu pergi tanpa berita.
Menoreh tanya ada apa.
~
Keyakinan terhadap tugas Allah Sang Pengabul Do’a.
Pengharapan akan esok hari yang bersinar pelan.
Dengan keyakinan yang terpaut pada langit.
Dan dengan kerisauan yang semakin tak berdaya.
~
Entah bagaimana lagi melukiskan kebahagiaan.
Untuk pertama kali dada bergejolak bahagia tatkala ingin ini bersemai indah.
Sudah terkabar bahwa jalan itu bukanlah untukku.
Kiranya aku terlalu jauh mengharap.
Kutengok kembali pintu hati yang menggebu.
Kusematkan lagi keingintahuanku yang berkecamuk.
Dan kedua kali terkabar bahwa memang jalan itu bukanlah untukku.
~
Bukan takdirku, bukan juga takdirmu.
Beriringan menyemaikan benih menuju Jannah Allah Ta’ala.
Doa yang berharap disemogakan.
Berbaris rapih dengan pengharapan hanya pada-Nya
~
Pasuruan, 20 Juni 2017

  • view 63