Apakah Mawar Itu Telah Tumbuh ?

Rizam Muhammad Firmansyah
Karya Rizam Muhammad Firmansyah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 27 Juni 2016
Apakah Mawar Itu Telah Tumbuh ?

 

Ku berjalan menuju kebun belakang rumah untuk merawat bunga-bunga yang sudah lama kurawat sejak dulu. Bunga yang sangat aku suka adalah Mawar Merah, mengapa? Mawar Merah adalah tanda kasih sayang. Bunga yang sengaja aku tanam untuk seseorang yang sedang berbunga-bunga dalam hatiku. Dialah Rosa, perempuan yang sudah lama bersamaku berjuang menjalani hidup ini. Dia sangat suka dengan bunga Mawar Merah, maka dari itu kutanama bunga ini dan kurawat dengan sepenuh hati untuknya.

Sudah banyak bibit bunga ini yang sudah semai, ku tunggu hingga bunga kecil ini menjadi bunga yang dewasa yang cantik di kemudian hari. Ku rahasiakan hal ini dari dia karena aku ingin membuat kejutan untuk pesta ulang tahunnya nanti 29 Februari, sebuah tanggal yang langka dalam kehidupan seseorang, bagaimana tidak? Rosa merayakan ulang tahunnya hanya 4 tahun sekali. Maka dari itu moment ini tidak aku sia-siakan untuknya. Akan kubuat pesta ulang tahunnya menjadi paling meriah dan berkesan dalam hidupnya selama beberapa tahun ini bersamaku.

Bunga mawar yang kutanam lambat laun menjadi bunga yang indah nan harum baunya, satu persatu kusiram bunga-bunga indah di tamanku ini yang asri dan rindang sepanjang mata memandang. Kalender di rumah sudah menunjukkan tanggal 27 Februari itu berarti tinggal 2 hari lagi ulang tahun Rosa di adakan. Sudah tak sabar kutunggu tanggal tersebut, serasa seperti aku saja yang akan ulang tahun rasanya.
Esoknya kembali ku siram dan ku pupuk lagi mawar kesayanganku ini, hingga pada akhirnya bunga mawar ini siap untuk di petik dan kujadikan bouquet Mawar Merah yang menggoda setiap perempuan yang melihatnya. Tapi aku tidak langsung memetik bunga mawar tersebut, kutunggu fajar esok pagi untuk memulai memetik mawar-mawar indah tersebut.

Di kalender sudah menunjukkan tanggal 29 Februari 2012, sudah genap usia Rosa 22 tahun. Kita merencanakan untuk menikah saat Rosa berusia 25 tahun, itu berarti 3 tahun lagi waktu bagiku untuk mencari uang lagi untuk pesta pernikahan kita nanti.
Pesta ulang tahun Rosa dilaksanakan pukul 09.00 WIB, kutatap jam dinding masih pukul 06.00, masih ada 3 jam lagi untukku memetik mawar-mawar ini untuk menjadikan bouquet yang cantik nan rupawan seperti dia, Rosa pujaan hatiku yang kudambakan menjadi kekasih halal ku kelak. Dan pada akhirnya bouquet yang kuimpikan sudah jadi kenyataan, serta siap kuantarkan kepada sang pujaan hatiku. Ku bergegas menuju mobil yang baru saja aku cuci tadi pagi dengan perasaan yang senang karena mobil ini adalah aset dalam hidupku untuk melamar Rosa di hadapan orang tuanya.
Kucoba hubungi Rosa, ku telfon dia, Ping pun sudah berkali kali ku tekan kepada kontak BBM tapi hanya Delieve sejak sejam lalu. Aku berfikiran positif tentang dia, “aah mungkin dia sedang sibuk dengan acara pesta ulang tahunnya” sudah setengah jam perjalanku menuju rumah Rosa, kurang 10 menit lagi acaranya di mulai. Kucoba telfon Rosa lagi, dan secara mengejutkan dia reject telfon dariku. Padahal selama kita menjalani hubungan satu sama lain tidak pernah mereject telfon.


Sempat aku marah, tapi aku tahan. Mungkin dia juga sedang sibuk sampai-sampai telfonku di reject olehnya. Kupercepat laju mobilku agar lebih cepat datang di rumah Rosa. Aku terkejut karena desain pesta ulang tahun Rosa sangat berbeda dengan biasanya.Ku segerakan diriku berlari kedalam acara tersebut bersama bouquet bunga mawar yang kubuat khusus untuk Rosa.
Alangkah terkejutnya diriku, saat kuketahui hal yang terjadi. Ternyata pesta ulang tahun Rosa adalah pesta pernikahan dia juga, betapa hancurnya hatiku mengetahui hal tersebut. Bunga mawar yang kurawat sejak masih bibit sampai dewasa kini hanya sia-sia. Kekasih pujaan hatiku yang kuimpikan kini sudah di persunting lelaki lain. Tergurat senyum yang bahagia di wajah Rosa bersama Lelaki yang tidak lain tidak bukan adalah sahabatku semasa di SMA, dia adalah Roy,seorang pengusaha muda yang sukses di Jakarta. Akupun berjalan secara perlahan dengan senyum yang penuh dengan kehancuran, “Selamat berbahagia Roy .... Selamat berbahagia Rosa, semoga keluarga kalian di berkahi Allah SWT” lalu kuberikan bouquet ini kepada mereka berdua, “Ini ada bouquet untuk kalian” mereka lah yang berhak mendapat bouquet ini karena merekalah yang sedang berbahagia saat ini.

  • view 130