Sebab Akibat

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 15 Februari 2016
Sebab Akibat

"Busyet dah ! Udah jam setengah delapan?!" Teriakku ketika melihat jam dinding yang tepat berada di depan pandanganku ketika baru saja bangun. Reaksi ini pasti akan kulakukan mengingat waktu tersebut adalah jam masuk sekolah.

Seketika aku langsung bangun, lalu mengambil buku-buku sesuai jadwal hari ini, memakai seragam, dan bergegas pergi, tidak ada waktu untuk mandi. Meski jarak rumah ke sekolah cukup dekat, tentu saja aku sudah terlambat setelah aku berlari sekuat tenaga. Pintu gerbang telah tertutup, aku menggoyangkan gerbang tersebut agar satpam sekolah membukakannya.

Satpam sekolah seketika datang dan membukakan pintu gerbang, aku dipersilahkan masuk namun bersyarat. Aku harus push-up 50 kali terlebih dahulu. Setelahnya aku langsung dengan cepat mengambil langkah ke arah kelas, aku mengetuk pintu lalu masuk ke kelas. Guru Fisika tidak membiarkan begitu saja aku untuk duduk.

"Kenapa telat?" Tanya guru dengan nada ketus.

"Kesiangan bu..".

"Hemh .. Klasik".

Aku tak dapat membalas komentar Ibu guru tersebut, teman-teman sekelas terlihat senyam-senyum saja melihat aku berdiri di hadapan mereka. Setelah hening beberapa detik, akhirnya bisa duduk. Setelah melakukan squat jump cukup banyak. Ada rasa lega luar biasa di dalam hati, aku masih bisa mengejar waktu untuk sekolah.

Namun ketenangan tersebut tidak berlangsung lama, Ibu guru seolah mengucapkan mantra yang dapat membuatku terhentak hampir jantungan, "Oh iya kamu, mana PR-nya? Sini kumpulin!".

Mataku dengan sigap melihat catatan terakhir yang ada di buku, terpampang jelas ada 5 soal pertanyaan yang telah ditulis minggu lalu, akan tetapi masih belum ada jawabannya. Aku tersadar bahwa belum mengerjakannya.

"Belum .. bu .." Ucapku dengan gemetaran sampai-sampai aku salah tingkah dengan mematahkan pensil.

"Emhh .. Squat jump 50 kali! Cepet!!".

Tanpa keluar kata dari mulutku, aku kembali berdiri lagi di depan kelas, melakukan squat jump lagi meski nyatanya badanku sudah lumayan lemas setelah melakukan beberapa kegiatan semacam militer sebelumnya. Aku tidak akan bisa menang berdebat dengan menemukan alasan mengapa aku belum mengerjakan PR, karena guru yang satu ini tidak akan menerima apapun alasannya.

Loncatan demi loncatan mulaiku lakukan, membuat kakiku semakin pegal dan lemas. Namun disaat itu aku berpikir, mengapa semua ini bisa terjadi? Ingatanku pun kembali memanggil gambaran-gambaran semalam. Aku masih ingat betul bahwa semalam aku berniat akan mengerjakan PR tersebut, semua buku dan alat tulis sudah siap di meja.

Beberapa saat kemudian aku berniat untuk istirahat sejenak, karena takut bosan, aku menyalakan playstation dan bermain game untuk refreshing. Namun tak terasa jam menunjukan pukul 11 malam, aku terlanjur merasa kantuk luar biasa untuk melanjutkan PR-ku waktu itu, tetapi aku tetap paksakan untuk menjawab soal-soal yang ada, bukan jawaban yang ku dapat, malah pusing yang luar biasa.

Aku tahu bahwa mau sampai gimanapun jika keadaan begini aku tak dapat mengerjakan PR-ku, segera aku ke ranjang dan tidur, sampai akhirnya aku berada di posisi squat jump ini. Itulah gambaran yang datang ketika mengingat kejadian semalam, kini aku tahu mengapa aku bisa sampai dihukum seperti ini.

Semua akibat yang terjadi datang dari sebab-sebab yang aku lakukan, tidak aneh dan semuanya lazim. Andai saja aku bisa lebih bijak dalam menggunakan waktu, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi, aku tidak harus melakukan hal-hal ekstrim layaknya seorang calon tentara, aku juga sadar, aku harusnya melakukan kewajiban layaknya seorang pelajar.

  • view 180