Resensi Buku : Ngenest2 - Ngetawain Hidup Ala Ernest

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Buku
dipublikasikan 05 Januari 2018
Resensi Buku : Ngenest2 - Ngetawain Hidup Ala Ernest

  • Judul : Ngenest2 - Ngetawain Hidup Ala Ernest
  • Penulis : Ernest Prakasa
  • Genre : Non Fiksi Komedi
  • Penerbit : Rak Buku
  • Tahun Terbit : 2014
  • Tebal : 172 Halaman + xii
Untuk anda yang sempat mengikuti dunia stand up comedy di Indonesia ketika awal booming, pasti sudah familiar dengan komika yang satu ini, yap, yaitu Ernest Prakasa dengan ciri khas "mata sipit"-nya. Sukses dengan buku pertamanya yang berjudul "Ngenest", ia pun meluncurkan buku ke-duanya yang berjudul "Ngenest2" ini.
 
Isi dalam buku ini tidak terlalu jauh berbeda dengan pembahasannya ketika ia stand up comedy, yaitu seputar keresahan dan pengalaman hidup yang terjadi pada dirinya. Ada banyak topik yang ia bicarakan dalam buku "Ngenest2" ini, mulai dari bab pertama yang berjudul "Irasshaimase!", yang membahas mengenai sistem budaya kehidupan di Jepang, lalu ia bandingkan dengan sistem budaya dan kehidupan di Indonesia.
 
Lalu, sering pula ia menceritakan pengalaman-pengalaman unik pribadinya, seperti kentut di lift, tour stand up comedy, kehidupannya dengan anaknya dan lain-lain. Semua dirangkai dengan gaya bahasanya yang berbentuk komedi namun penuh edukasi. Salah satu hal lain yang menarik yang akan anda temukan adalah anda akan menjumpai satu bab yang berisikan hanya dua buah kalimat saja.
 
Menurut tulisan dalam buku "Ngenest2" ini, beberapa perbaikan telah dilakukan dibanding dengan buku pertamanya, salah satunya tidak terlalu banyak footnote. Kelebihan lainnya menurut saya, footnote itu sendiri tidak dibuat kaku, anda bahkan bisa tertawa dari footnote tersebut.
 
Dan kelebihan lainnya lagi, yaitu ditambahi dengan gambar-gambar ilustrasi yang menarik sehingga tidak terlalu monoton dan terkesan fun, lalu anda pun akan mendapatkan pembatas buku di dalamnya, dan yang terakhir desain sampul yang keren dan pas sesuai bahasannya.
 
Adapun kekurangannya menurut saya, tentu saja lebih diutamakan untuk membaca buku pertamanya terlebih dahulu yang berjudul "Ngenest", karena ada beberapa pembahasan dalam buku "Ngenest2" ini yang saling berkaitan, agar lebih memahami maksudnya.
 
Selain itu gaya bahasa didalamnya, menggunakan istilah-istilah yang nampaknya terlalu berintelegensi, maksudnya ada beberapa penggunaan kata luar yang harus dicari tahu sendiri maknanya, karena tidak semua istilah dibubuhi dengan footnote untuk penjelasan. Namun dari keseluruhannya, meski buku ini sifatnya komedi, ada begitu banyak nilai edukasi yang tertanam. Dengan segala pengalaman hidup dari Sang penulis, Ernest Prakasa, kita dapat mengambil banyak nilai positif. Buku ini sangat cocok untuk menemani waktu-waktu luang atau senggang anda.


 


FUNFACT : Saya ketika menulis resensi ini tidak terlebih dahulu membaca buku pertamanya yang berjudul "Ngenest". 

  • view 262