Inilah 8 Kriteria Ayah Idaman Bagi Anak Laki-Laki Anda

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Psikologi
dipublikasikan 19 November 2017
Inilah 8 Kriteria Ayah Idaman Bagi Anak Laki-Laki Anda

Menjalani peran menjadi seorang ayah membutuhkan taktik dan strategi tersendiri untuk anaknya, terlebih bagi seorang anak laki-laki, sosok ayah adalah role model utama yang menjadi panutan anak tersebut dalam menjalani kehidupannya.

Tentu saja setiap ayah memiliki caranya tersendiri dalam mendidik dan mengurusi anak laki-lakinya, namun tahukah anda bahwa ada beberapa kriteria yang seharusnya para ayah miliki bagi para anak laki-lakinya?

Hal ini saya dapat berdasarkan survey yang saya lakukan di sekitar lingkungan saya, dan juga berasal dari beberapa pengalaman hidup beberapa orang termasuk saya sendiri (Saya adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara). Apa sajakah kriteria tersebut? Mari kita bahas satu per satu.

 

1. Memberi Ajaran Melalui Contoh


Seperti yang kita tahu, kebanyakan anak laki-laki memiliki sifat yang sedikit lebih liar, hal inilah yang terkadang membuat para orang tua sedikit kerepotan. Alih-alih ingin mendidik, biasanya para ayah sering memarahi agar sang anak tidak melakukan kesalahan lagi. Apakah cara ini benar-benar efektif?

Saya tegaskan "tidak". Memarahi bisa menjadi pedang bermata dua kepada anak anda, mungkin sebagian anak akan terlihat menjadi lebih penurut, namun mereka menurut bukan karena menghargai, tapi karena takut terhadap anda.

Cara memberikan ajaran yang terbaik adalah dengan memberi contoh, perlihatkan aktifitas-aktifitas baik yang anda lakukan kepada anak laki-laki anda, maka sang anak akan mengerti bahwa Ada seseorang yang melakukan hal tersebut. Karena percuma jika sang ayah ingin anak mereka bertingkah baik, sementara sang ayah sendiri selalu memberi contoh jelek di depannya.

Seperti yang saya sebutkan di awal (dalam pembukaan), bahwa anak laki-laki akan melihat sang ayah sebagai role model utama-nya. Jika anda selalu bertingkah malas, maka logika sang anak akan terbentuk bahwa "Laki-laki itu memang pemalas". So be careful!

2. Jujur dan Gentle


Masih berkaitan dengan poin pertama tadi, namun jika kita bahas lebih dalam lagi, bagaimana membentuk anak untuk menjadi lebih jujur? Maka anda juga harus bersikap jujur kepada anak anda, jangan membiasakan memberikan cerita-cerita palsu hanya untuk menakuti anak untuk tidak melakukan kesalahan, jangan memberi contoh kebohongan apapun meski pada hal yang sepele.

Selain kejujuran, berikan pula contoh "Gentle" kepada anak laki-laki anda. Apa maksudnya? Begini, terkadang para orang tua merasa bahwa semua hal yang dilakukannya adalah hal yang paling benar dibandingkan dengan anak yang sering dijuluki "Kamu tidak tahu apa-apa", tetapi tetap saja yang namanya manusia tidak luput dari kesalahan, jika anda (para ayah) melakukan kesalahan kepada anak anda, jangan gengsi untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan. Maka anak anda akan lebih menghargai anda kedepannya sebagai ayah yang "Gentle".

3. Menunjukan Semangat


Para ayah pasti mengerti bahwa menjadi seorang laki-laki harus selalu siap tempur dan pantang menyerah, karena kehidupan tak akan selalu memberikan jalan yang mulus. Ada kalanya seorang anak bersedih karena suatu hal yang sebenarnya sepele, peran ayah di sini sebagai komandan untuk anaknya untuk tak hanya sekedar memberikan dukungan, tetapi juga menunjukan semangat.

Masalah pekerjaan di kantor atau tempat kerja, jangan dibawa-bawa pada waktunya anda bersama anak anda. Stimulasi "semangat" bisa menular kepada anak anda, dan hal ini akan memberikan efek baik bagi seorang anak laki-laki agar menjadi seseorang yang percaya diri dan tentu saja penuh semangat.

4. Bercanda dan Serius Pada Waktunya


Anda tidak bisa selalu bercanda ataupun dengan serius sesuka hati pada anak anda, karena anak anda pasti mempunyai mood-nya tersendiri, dalam kondisi ini anda-lah yang harus pintar-pintar melihat situasi, mana waktu yang tepat untuk becanda atau waktu untuk serius.

Terlalu bercanda setiap saat tidak menunjukan kebijakan anda dalam menjalani hidup, terlalu serius pun akan membuat kesan kaku pada diri anda. Be balance, seimbangkan keduanya, jadilah fleksibel agar anak anda tetap nyaman berada dalam lingkungan keluarga.

5. Memberikan Apresiasi


Sadarkah atau ingatkah anda para ayah ketika kecil anda selalu meraih sesuatu hanya agar bisa dilihat dan dibanggakan orang tua anda? Yap, begitu juga dengan anak anda. Setiap mereka meraih sesuatu atau berhasil melakukan sesuatu, berikan apresiasi terhadap mereka. Sekedar pujian pun tak mengapa.

Membereskan kamar sendiri, berhasil bangun pagi, dan bahkan sampai juara lomba atau juara kelas. Berikan mereka sesuatu agar anak anda tahu bahwa setiap usaha yang dilakukannya pasti mendapatkan hasil, dan apresiasi anda adalah salah satunya.

6. Memahami Kebutuhan


Terkadang anak laki-laki anda tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan, contohnya makanan-makanan yang mereka makan, anda sang ayah harus memberi tahu mana makanan yang akan memberikan efek baik bagi tubuhnya. Tentu saja banyak hal lain selain makanan.

Apapun itu, sebenarnya berkaitan dengan kondisi situasinya, lihatlah aktifitas-aktifitasnya, apa saja yang seharusnya anda siapkan untuk anak anda, jangan sampai anda lalai dan membuat mereka kerepotan, karena tak jarang pula sang anak tak berani meminta sesuatu.

7. Jangan Lupa Untuk Memberikan Ruang


Ini adalah salah satu hal yang paling penting, meski tugas orang tua adalah untuk mengawasi anaknya setiap saat, jangan terlalu frontal mengawasi mereka. Berikan anak anda ruang untuk sendiri, salah satu contohnya adalah dengan tidak memasuki kamar mereka tanpa permisi di kala usia anak anda sudah mulai remaja.

Meski terdengar sepele, hal tersebut sangat berarti untuk anak anda, mereka mempunyai privasi yang tidak bisa anda ketahui secara blak-blakan. Cukup tahu saja tanpa mendikte setiap detil hal yang ada pada dirinya. Namun jangan terlalu banyak mengabaikan pula, bisa-bisa anda tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.

8. Jangan Idealis


Wahai para ayah, masa kecil anak tentu akan berbeda dengan masa kecil anda sendiri, lingkungan dan sosialnya pun akan berbeda pula. Jangan terlalu memaksakan hal tidak penting kepada anak anda, mereka selalu ingin meng-eksplore dunia dan cita-citanya sendiri. Selama pada jalan yang sesuai norma agama dan hukum, berikan mereka dukungan yang cukup.

Tak perlu memaksakan anak untuk wajib menjadi dokter, pengacara dan lain-lain. Dengarkan cita-cita mereka dengan seksama, jika anda tidak sependapat, jelaskan dan diskusikan pada anak anda secara baik dan adil. Anak anda harus mendapatkan suaranya sendiri.


Anak anda tentu tidak akan langsung mengerti apa yang anda lakukan, jalan pikir mereka akan berkembang seiring proses waktu berjalan, maka salah satu kunci utama dari semuanya adalah kesabaran. Wahai para ayah, kami para anak sebenarnya sangat mensyukuri keberadaan anda di sekitar kami, maka perlakukanlah kami layaknya anak anda, karena kami para anak laki-laki akan selalu membutuhkan peran ayah yang berarti, dan akan kami kenang sepanjang hidup kami.


Sumber Thumbnail

  • view 197