Pengalaman Kerja Menjadi Joki Game

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 November 2017
Pengalaman Kerja Menjadi Joki Game

Di zaman sekarang game menjadi salah satu bidang industri yang tidak main-main. Zaman dahulu, game hanya bisa laku dan menghasilkan uang oleh developer game terkemuka seperti CAPCOM dan EA. Namun saat ini, dunia game pun dipenuhi oleh developer baru bahkan di dalam negeri.

Masih berbicara tentang game dan uang, saat ini dunia game tidak hanya dapat memberikan pendapatan bagi para developer atau yang menjualnya. Bagi beberapa pihak pun, game bisa memberikan hal yang serupa. Sebut saja para pemainnya.

Ada banyak cara pemain bisa mendapatkan uang melalui game, mulai dari mengikuti kompetisi, menjual akun id game, menjadi endorser dan menjadi joki game. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba membahas profesi yang terakhir saya sebut, yaitu "Joki Game", karena khusus untuk yang satu itu saya pernah mengalaminya.


Sebelum itu, apakah anda tahu apa itu joki game? Joki Game merupakan salah satu profesi di mana seseorang akan bermain game dengan akun milik orang lain atau dirinya sendiri dengan tujuan tertentu, misalnya untuk menaikan level character, menyelesaikan event atau hal lain yang lebih spesifik (karena tergantung game-nya juga).

Waktu itu saya sedang mencoba mencari pekerjaan, dan ketika saya sedang mencari informasi, teman saya kebetulan telah menjadi joki game, saya pun mencoba join dalam pekerjaan tersebut. Prosesnya pun layaknya melamar kerja seperti biasa, yaitu harus mengirim berkas lamaran terlebih dahulu, dan juga interview. Setelah itu ada sesi training selama satu minggu.

Selain itu, saya harus memainkan game tersebut di tempat yang disediakan oleh pemiliknya, yaitu salah satu daerah Bandung Kota yang jauh dari tempat tinggal saya, sehingga saya harus menginap di tempat tersebut.


Game yang saya mainkan waktu itu bernama "Blade & Soul" (untuk penjelasan mengenai game tersebut anda bisa mencari infonya sendiri di internet). Job desk-nya adalah saya harus mengumpulkan gold (mata uang tertinggi di game tersebut). 1 Gold sama dengan 100 Silver, dan 1 silver sama dengan 100 bronze, dan bronze adalah mata uang terendah-nya. Target per-harinya saya harus mengumpulkan 300 Gold.

Tentu saja, mencari gold akan lebih susah ketimbang bronze, karena saya harus mengalahkan boss-boss yang terbilang sulit karena yaaa ... Saya masih awam terhadap game PC online.

Setelah gold itu terkumpul, saya harus menyetorkannya kepada akun pengelola keuangan (Bendahara). Oh ya, di sana ada sekitar 25 orang yang terkumpul dalam satu ruangan, dan semuanya merupakan joki game, namun uniknya di sana pun ada struktur organisasi-nya loh, ada bendahara, ada sekretaris dan manager. Habis saya setor tinggal gajian deh, memang sistem gajinya per-hari.


Wuiih enak dong cuman main game bisa dapet duit? Akan banyak orang yang mungkin berpikiran seperti itu, dan jawabannya saya adalah TIDAK. Yap, menjadi joki game tidak se-asyik yang kalian bayangkan, meskipun anda adalah pecinta game. Mari saya jelaskan lebih detail ke dalam poin-poin berikut :

1. Dari Shubuh Sampai Jam 8 Malam, Anda Hanya Akan Duduk Bermain Game


Ada peraturan khusus di tempat kerja saya, yaitu sang semua karyawan hanya boleh menghidupkan komputer dari shubuh, dan harus dimatikan di jam 8 atau 9, setelah itu anda harus tidur. Dan tahukah anda, dalam rentang waktu tersebut, untuk bisa mencapai target masih dibilang belum cukup. Justru anda bisa disebut beruntung jika bisa mencapainya.

Yang jadi permasalahannya, saya benar-benar terus duduk dan duduk di kursi, sekalipun berhenti paling hanya pergi ke WC, dan jujur saja mandi pun jarang. Karena apa? Anda tidak akan tenang, sebelum anda mencapai targetnya. Dan bayangkan saja, rutinitasnya adalah bangun-duduk-tidur-Makan pun sambil main game.

Badan menjadi pegal karena jarang olahraga, mata perih kelamaan menatap layar monitor, dan terkadang rasa kantuk yang benar-benar mengganggu mood saya dapatkan setiap hari. Ya, benar-benar tidak sehat.

2. Tidak Boleh Berisik, Bicara Pun Harus Pelan-Pelan


Yap Yap Yap, suasana kerja yang saya harus bangun dahulu yaitu saya fokus main, tidak boleh banyak bercanda sama pemain lain, tidak boleh berisik, pokoknya saya hanya harus fokus, karena jika tidak, saya akan ditegur dan dianggap main-main saja.

Muka serius, muka camedut (Cemberut dalam Bahasa Sunda), muka kesel, muka datar, dan muka pusing adalah ekspresi wajar yang saya lihat setiap harinya. Intinya, bukan suasana seperti warnet-warnet game yang terkesan seru dan banyak berinteraksi dengan orang lain.

3. Bermain Game yang diatur-atur


Apa sih asyiknya main game? Main game bisa dibilang asyik ketika kita bisa bebas menekan tombol apapun dan kapanpun semau kita. Nah, di tempat kerja saya, tak ada yang seperti itu, semua telah diatur atau diset sedemikian rupa, misalnya karakter apa yang harus kita pakai, di jam tertentu kita harus berada di mana, dan lain sebagainnya.

Jika sudah begitu apa bisa kita menikmatinya terus? Yang ada malah menjadi monoton dan tidak bergairah, meskipun game yang saya mainkan terbilang sangat seru, selama tidak bebas, mau gimana lagi? Sudah pasti membosankan.


Bagaimana? Apakah bekerja menjadi seorang joki game menyenangkan seperti yang ada di bayangan anda? Hmm .. Sepertinya tidak adil jika kita melakukan judge terhadap sisi buruknya saja, kalau begitu mari saya sebutkan juga beberapa poin kelebihan yang diberikan ketika saya menjadi joki game, yaitu :

1. Diberikan Fasilitas


Di tempat saya kerja, saya diberikan mess untuk tempat tinggal karena jarak dari rumah terbilang jauh. Bagaimana mess-nya? Sebenarnya saya tidur pun di ruangan yang sama pula, ketika waktu tidur tiba, saya dan joki game lainnya akan menggelar kasur yang lebar, lalu kami tidur bersama. Sebenernya saya hanya tidur di depan komputer yang saya gunakan.

Selain itu, juga diberikan fasilitas WC dan alat memasak seperti kompor dan panci, kalau untuk gas-nya saya harus patungan dengan yang lainnya. Saya dan teman-teman lainnya pun diberikan beras atau nasi, tetapi untuk lauk-nya kami harus membelinya sendiri.

Dan tentu saja, kami disediakan komputer untuk bermain game, kami boleh membuka internet atau sosial media, tetapi jangan sampai kami tidak mencapai target gold yang saya sebutkan sebelumnya.

2. Lokasi Berdekatan dengan Pusat Belanja


Tempat saya kerja berada di sebuah perumahan elit, BENAR-BENAR ELIT. Mungkin saya tidak akan menjelaskan bagian tersebut karena kurang penting, namun yang saya ingin sampaikan adalah tempat kerja saya otomatis berada di dekat berbagai pusat belanja atau jajan, ada minimarket, restoran, warung makan, berbagai pedagang kaki lima dan lainnya. Namun yang jadi masalahnya adalah ... Apakah semua itu berarti ketika kita tidak mempunyai uang?


Oke setelah saya tuliskan sisi baiknya, entah kenapa malah tetap menjurus ke sisi buruknya ya? Haha mungkin itu hanya terjadi pada kondisi yang saya alami, semua pengalaman yang saya tulis di sini mungkin akan berbeda di tempat kerja joki game yang anda masuki, atau malah lebih buruk lagi? Hmm .. Maybe.

Sekian tulisan ini saya ketik, semoga anda sebagai pembaca bisa menambah sedikit wawasan mengenai dunia kerja yang ada saat ini. Setelah mengetahui hal ini, saya harap anak-anak di luar sana lebih fokus lagi dalam pelajarannya di sekolah atau di tempat belajar lainnya, intinya mulailah belajar serius, jangan kebanyakan ngelakuin hal yang gak benefit, WHY?  Karena hidup di zaman sekarang ini layaknya seperti game, akan selalu tentang kompetisi. Think Twice !


Sumber Thumbnail : colourbox.com

  • view 38