Stop Berprasangka Buruk! Skenario Terbaik Tidak Pernah Tertebak Endingnya

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Renungan
dipublikasikan 15 Juni 2017
Stop Berprasangka Buruk! Skenario Terbaik Tidak Pernah Tertebak Endingnya

Tak terasa kini kita sudah melewati setengah bagian dari bulan ramadhan ini, lantas apa yang telah anda lalui? Apa saja pengalaman yang anda dapatkan? Sudahkah anda terbiasa dijejali berbagai iklan makanan yang nampak terasa lebih mewah dari biasanya?

Apapun kejadian yang telah kita lewatkan di bulan yang suci ini, pasti kita mendapatkan hikmah yang luar biasa di dalamnya. Karena seperti yang kita tahu, bahwa di bulan yang suci ini kita diwajibkan untuk lebih mendekatkan diri kepada agama dengan lebih meminimalisasi kegiatan yang kurang terpuji.

Bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi apa yang kita pikirkan dan kita rasakan, semuanya benar-benar harus kita jaga, salah satunya adalah berprasangka. Prasangka ini lahir karena manusia yang diberi kelebihan untuk bisa berpikir, dan dari berpikir itulah persangka atau persepsi terbentuk dengan sendirinya.

Sebenarnya berprasangka itu tidak sepenuhnya buruk. Layaknya sebuah mobil, asalkan kita mengendarainya dengan benar dan pada tujuan yang tepat pula, kita akan mendapatkan hasil yang baik juga.

Ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa, rasa lapar dan haus seolah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kita tidak bisa lebih mengontrol diri, maka berhati-hatilah ketika pikiran anda mulai tidak karuan.

Dan prasangka itu sendiri bukan hanya kepada manusia yang lain, melainkan kepada seluruh hal yang ada di alam semesta ini, termasuk Allah. Ketika mengalami kejadian yang kurang nyaman di hati, janganlah berprasangka buruh terhadap skenario Allah, karena skenario terbaik tidak pernah tertebak endingnya.

Semoga catatan kecil ini bermanfaat untuk kita semua, selamat menunaikan ibadah puasa :)

  • view 53