Tukang Cendol Sianida #9 (CERBER : Terakhir)

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Desember 2016
Tukang Cendol Sianida #9 (CERBER : Terakhir)

Biar kujelaskan dengan singkat, aku resmi berpacaran dengan Rizal. Berbulan-bulan pendekatan, kini aku dan Rizal telah menjalani hubungan pacaran selama bertahun-tahun, semuanya terjadi begitu saja dan mengalir dengan semestinya. Selama pacaran, kami justru menjadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain, berbagi berbagai perasaan .. Senang .. Sedih .. Terharu .. Marah .. Semuanya kami rasakan bersama. Bahkan aku masih ingat suatu hari Rizal menceritakan masa lalunya yang sedikit miris kepadaku, ia menangis di sampingku, aku menarik kepalanya pada pundakku.

Tentu saja selama pacaran tidak selamanya mulus, berbagai rintangan dan masalah kami pun jalani. Mulai dari berantem karena hal yang kecil, juga dari pihak orang tua yang dulunya masih ragu akan keseriusan kami, sampai harus berkurang intensitas ketemuan karena kesibukan masing-masing pada masa kuliah dan bekerja. Tetapi kami terus saling percaya, bahwa kami selalu akan menghargai satu sama lain, meski pada saat Rizal tidak ada di sampingku, aku tetap berjaga diri dari laki-laki lain, bukan karena takut Rizal marah, itu adalah sebagai bentuk dari rasa menghargai bahwa Rizal adalah selamanya pacarku, dan aku tidak ingin membuang semua itu dengan sia-sia.

Dan ya, Rizal … Mochamad Syahrizal … Orang yang dulu aku sebut sebagai tukang cendol sianida, kini telah menjalani kisah asmara denganku, kami pun resmi putus dari pacaran. Eits! Bukan itu maksudnya, memang benar kami putus dari pacaran, karena kami  melangkahkan kaki ke jenjang yang lebih serius, kami menikah. Haha lucu jika kuingat kembali, dulu ku sebut Rizal sebagai tukang cendol sianida, kini kusebut dia sebagai suami tercinta. Aku benar-benar bahagia dengannya, sudah tidak ada keraguan lagi kudengannya, aku mengenal Rizal lebih dalam dari siapapun.

Bagaimana ketika Rizal ngambek, bagaiamana aku tahu bahwa Rizal tidak suka berlama-lama berantem denganku, bagaimana Rizal selalu berusaha membuatku terkagum padanya. Dan ketika itu aku tanya kembali mengenai kejadian Rizal memberikanku hadiah pada itu, “Kok kamu bisa tahu sih hari itu hari ulang tahun aku?” Tanyaku padanya ketika kami sedang pergi jalan-jalan ke suatu tempat. “Iya waktu itu aku lihat tanggal lahir kamu yang ada di rapot, waktu itu ada guru yang nyuruh aku membantu membawanya, dan gak disangka ada rapot kamu di bagian paling atas, aku intip dan kebetulan hari itu adalah tiga hari sebelum ulang tahun kamu hehe” Jelas Rizal kepadaku, membuat kami bernostalgia dengan masa lalu. Lalu soal orang yang dia bilang suka ketika awal-awal bertemu? Adalah AKU.

Aaahh .. Bagaimana bisa aku bisa berhubungan dengan Rizal? Padahal dulunya kami benar-benar acuh satu sama lain. Dan kini aku bisa bahagia berada disampingnya, dia adalah lelaki yang selalu membuatku bahagia, selalu menjagaku dari berbagai masalah, menuntunku ke arah yang lebih baik. Aku benar-benar takjub dengan takdir Tuhan yang selalu membuatku terkesan.

Dan aku masih ingat ketika waktu dahulu, ketika ia bilang, “Lagi cari pacar kaya aku?” Benar-benar bukan bualan semata. Dan nampaknya kamu enggak lagi cari pacar saja, namun juga seorang istri kayaknya ya? Hehehe

Saat ini, Kami tinggal di sebuah rumah yang cukup bagus, dengan halaman yang cukup luas untuk dijadikan kebun dan taman mini. Kami memang tidak muluk-muluk, dari dulu aku sudah terbiasa diajarkan oleh Rizal, untuk selalu bahagia dengan hal-hal kecil yang ada, selalu bersyukur dan menerima semuanya tanpa mengeluh.

Rizal, aku sangat mencintaimu, terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan kepadaku, aku tidaklah sempurna, dari dulu aku memang tidak seperti wanita yang bisa kau banggakan, tetapi kamu selalu ingin bersamaku, aku tidak bisa menolaknya.  Mochamad Syahrizal, Tukang Cendol Sianida, Suami Tercinta, Darling Muka Koala … Ah siapapun namamu, aku sangat mencintaimu. Sekali lagi terima kasih.

 

Terima kasih telah membaca cerita bersambung "Tukang Cendol Sianida" yang terbagi menjadi sembilan bagian ini, apresiasi kamu benar-benar sangat saya hargai.

  • view 162