Tukang Cendol Sianida #7 [CERBER]

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 03 Desember 2016
Tukang Cendol Sianida #7 [CERBER]

Aku pun kembali ke dalam rumah, melihat acara perayaan ulang tahunku dengan keluarga sudah selesai, aku lantas langsung kembali ke kamar. Yap tentu saja, aku sudah sangat penasaran dengan apa yang diberikan oleh Rizal kepadaku, tetapi aku tidak berpikir bahwa dia memberikan ini karena ia tahu hari ini ulang tahunku, mengingat di sekolah tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya.

Kukunci pintu kamar, dan memastikan tidak ada yang tiba-tiba masuk ke kamarku. Aku hanya tidak ingin hal ini menjadi pembicaraan oleh keluargaku dan menjadi salah paham, yap Rizal hanya teman sekolahku. Kulihat dengan seksama kado ini, berbentuk persegi panjang dengan bungkus berwarna hijau bermotif bunga dan tanaman, semacam batik kupikir. Ukurannya pun cukup besar namun berbentuk datar, sebenarnya aku tidak terlalu memperdulikan ini.

Setelah yakin tidak ada tulisan apapun disekitar luarnya, aku langsung merobek bungkusnya. Dan barulah muncul tulisan di sebuah secarik kertas yang menempel, “Untuk Nyonya rok pendek ..” Kubaca tulisan itu dan tersenyum sambil sedikit menggelengkan kepala. Kubuka lagi kotak itu dan kulihat .. Ada sebuah buku catatan sekolah yang disekitarnya ada carikan kertas-kertas warna yang menggunduk sebagai penghias.

Aku ambil buku itu, dan barulah terlihat ada benda lain di dalamnya, seperti ada gambar wajah namun tidak jelas karena berwarna tidak pasti. Aku tarik benda itu, yang ternyata adalah sebuah gambar wajah berbentuk seni, seorang wajah perempuan yang dibentuk dari cipratan warna-warni yang kompleks, namun sangat indah dipandang. Semakin kuteliti ternyata itu adalah .. WAJAHKU? Ya benar ini adalah wajahku yang sedang tersenyum, rambut panjang tergerai, ah Tuhan ini sangat indah sekali. Aku pikir siapapun akan membayar mahal untuk dibuatkan karya seni semacam ini.

Aku acak-acak semua carikan kertas untuk memastikan adakah benda lainnya, dan benar saja. Kutemukan sepasang kaos kaki baru yang masih terbungkus plastik, dan ukurannya benar-benar panjang. Aku genggam kaos kaki berwarna putih itu dan tutupkan wajahku dengan itu, tidak tahu karena apa, tiba-tiba aku merasa malu sendiri. Memang benar kaos kaki yang sering aku gunakan ke sekolah benar-benar pendek bahkan hanya sebatas diatas mata kaki, ditambah rok ku yang pendek, siapapun bisa melihat kakiku yang lumayan terbuka.

Setelah itu aku tidak menemukan benda lain lagi, ya aku tidak bermaksud rakus atau matre. Aku hanya tidak ingin ada yang terlewatkan saja. Dan aku teringat kembali buku yang pertama, buku catatan sekolah itu ternyata adalah buku catatan pelajaran Bahasa Indonesia yang Rizal pinjam sebelumnya di kelas tadi. Sampai sekarang aku belum tahu maksud ia meminjam buku ini Dan aku bisa mengira bahwa ada sesuatu yang Rizal tulis atau selipkan di dalamnya, kubuka satu per satu halaman sampai pada bagian paling akhir buku, ada catatan panjang. Tulisan itu berbunyi seperti ini.

 

“Hai Santi Roswati … Ini aku lagi, tukang cendol sianida yang mengaggumimu …

Hari ini adalah hari yang spesial untukmu, 22 Maret  adalah hari dimana kamu lahir.. Dan sementara itu di tanggal 22 Maret ini  adalah hari yang special untukku pula. Bukan, aku bukan ulang tahun di hari ini juga, aku gak bakalan ngikutin tanggal lahir kok hehe.. Ini adalah hari yang spesial untukku karena hari ini aku telah tersadar bahwa ada sesuatu yang mengubahku ..

Dan aku ekspresikan perasaan itu lewat suatu karya seni, kulukis wajahmu dengan berbagai warna-warni .. Karena memang, gara-gara wajahmu itulah aku merasa bahwa ada warna baru dalam hidupku. Aku sendiri merasa sedikit malu mengatakan ini, tapi aku harus gentle. Aku suka dengan semua hal tentang kamu..

Maafkan atas hadiahku yang tak seberapa, tapi aku pikir inilah salah satu cara untuk bisa sedikit menunjukan perasaanku kepadamu. Aku curahkan semuanya dalam setiap tinta yang aku goreskan kepada gambar itu. Wajahmu yang tersenyum adalah sebuah kemenangan untukku, untuk itulah aku ingin mengejarnya meski dengan susah payah. Karena semua orang haus akan kemenangan, dan begitu juga aku. Aku ingin memenangkannya.. Selamat ulang tahun hehe”

Tiba-tiba air menetes dari mataku, aku sendiri tidak menyadari setelahnya. “Ih kenapa aku nangis?” Aku menghapus air mata dengan punggung tanganku. Mungkin ini karena baru pertama kalinya ada yang memberiku sebuah hadiah ulang tahun selain keluarga. Dan mungkin bukan karena itu juga, baru kali ini aku mendapatkan suatu pemberian dari seseorang yang tak biasa, di dalamnya aku menemukan sebuah pesan dari seseorang yang mengagumi dan menyukaiku, tapi kenapa secepat ini?

Dan ya, kenapa secepat ini juga aku tiba-tiba merasakan hal yang sama, aku tahu hadiah ini sangat istimewa, diantar dengan cara yang tak biasa pula, baru kali ini aku dibuat tertawa lepas dan menangis terharu. Rizal? Ya Mochamad Syahrizal .. Siapa sebenarnya kamu? Aku ingin mengenalmu lebih dalam sekarang, lebih tahu siapa jati diri kamu dan alasan dari semua hal yang terlah kamu lakukan kepadaku, dan yang ini spesialnya, kenapa kamu beri hadiah seperti ini padaku?

 

Baca lanjutannya ya :)

  • view 184