Tukang Cendol Sianida #3 [CERBER]

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 Desember 2016
Tukang Cendol Sianida #3 [CERBER]

Keesokan harinya, ketika berangkat ke sekolah, lagi-lagi kulihat laki-laki itu dari kejauhan, aku mengambil jalan memotong dari arah rumahku, aku yang paling dekat dengan gerbang sekolah. Dan lagi-lagi, sesaat kemudian kudengar orang itu berkata dari arah belakang, "Rok-nya asli kependekan .. Pake kaos kaki panjang lebih bagus..". Karena benar-benar merasa tersinggung, aku langsung berbalik ke belakang, aku terkejut ketika ternyata jarak orang tersebut hanya sekitar dua jengkal denganku, badannya yang cukup tinggi membuatku sesaat memandang bagian dada dan lehernya.

 

Kutenggakan kepalaku untuk melihat mukanya, degdegdeg sesaat hatiku merasa seperti orang yang habis melihat tragedi kecelakaan, aku malah memandanginya untuk beberapa saat, dan tak berkutik selama beberapa detik. Ia yang lagi-lagi bergaya seperti orang yang sedang menelefon, memberikan senyuman kepadaku. Aku yang tadinya sangat jengkel dan emosi, malah bertanya kepada dia dengan nada yang sangat lembut, "Ngomong ke aku ...?".

 

"Ke orang yang aku suka" Jawabnya dengan santai.

 

"Ohh.. Kirain ..." Aku masih berucap dengan nada lembut, dan aku merasa wajahku memerah kembali, aku langsung menunduk sambil perlahan kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah. Aku sangat malu, aku lantas mempercepat langkahku sekuat tenaga, namun kuusahakan agar tetap seperti biasa saja, dan tidak berlari. Dan tetap saja, seperti hari sebelumnya, ia menyusul dari arah belakang, berjalan bak seorang yang sedang terburu-buru (Ternyata ia memang begitu jika berjalan).

 

Di kelas, entah karena makan apa atau karena magic apa, aku malah memikirkan laki-laki tersebut. Singkat cerita aku pun sedikit mengorek informasi dari teman-teman, dan kini aku lebih tahu tentang dirinya, laki-laki itu bernama Syahrizal, lengkapnya Mochamad Syahrizal, anak kelas 12 A-1 di sekolah. Dia bukan merupakan anak lokal, maksudnya tempat tinggal dia berada di luar daerah rumahku atau sekolahku, karena mayoritas murid di sekolah tersebut rumahnya memang dekat-dekat. Pantas saja dia berperilaku berbeda dengan yang lainnya, maksudnya dia tidak suka dengan hal-hal lebay atau berlebihan, persis seperti dandanannya.

 

Meski sudah hampir tiga tahun, nampaknya ia memang orang yang tidak suka menonjol dengan berulah nakal dan alay, buktinya aku baru sekarang-sekarang ini lebih tahu tentang dirinya. Dan parahnya, aku baru menyadari bahwa ia satu organisasi denganku, dia juga anak OSIS di bagian divisi teknologi dan bahasa. Tak kusangka bahwa ia ternyata memiliki kemampuan di bidang tersebut. Kupikir hanya segitu yang kini baruku tahu. Setelah kurasa cukup, aku pun kembali dan berhenti bertanya soal dirinya.

 

Ayo baca bagian berikutnya :)

  • view 150