Tukang Cendol Sianida #2 [CERBER]

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 Desember 2016
Tukang Cendol Sianida #2 [CERBER]

Pelajaran pertama telah dimulai, sebelum itu aku disuruh oleh guru untuk mengambil buku paket yang berada di perpustakaan. Memang begitulah keseharian sekolah, tidak langsung tersedia apapun, kita harus mengambilnya sendiri. Lantas aku dan temanku bernama Wita pergi ke perpustakaan.

"Itu bukannya orang yang tadi pagi ya? Lagi ngapain tuh orang?" Ucapku dalam hati setelah melihat seorang siswa laki-laki yang sedang mondar-mandir di area perpustakaan sendirian, ku pikir ia sedang mencari buku. Tetapi setelah kulihat dia dengan teliti ternyata ia sampai mengacak-ngacak kolong meja, kupikir dia telah kehilangan suatu barang.

 

Aku bertanya kepada Wita, "Wit, itu orang lagi cari apa ya?"

"Enggak tahu, kayak yang lagi ilang barang gitu ..."

"Kasian ih ..."

"Yaudah hayu samperin, tanya dulu, siapa tahu bisa bantuin.."

 

Mendengar itu biasanya aku akan menolak, ngapain harus capek-capek nolongin orang yang gak kukenal? Tapi ajaibnya aku malah berkata, "Hayuu ..." Sungguh tak biasa. Seketika aku dan Wita menghampiri orang tersebut, dan langsung kutanya.

 

"Kenapa ada yang ilang?".

 

Laki-laki itu langsung menoleh kepadaku. Orang itu penampilannya rapih, namun rambutnya sedikit acak-acakan. Aku ingat bahwa dia selalu menggunakan jaket atau sweater setiap pagi ke sekolah. Dia memang terlihat sebagai anak yang lugu nan baik, kupikir. Laki-laki itu masih memandangku, aku menunggu jawaban ia yang sedang mencari apa, tiba-tiba aku kaget ketika ia menjawab ....

 

"Lagi cari pacar yang kayak kamu Sant .." Ucapnya tanpa ragu. Mukaku langsung memerah dan tak karuan, aku sedikit panik tapi sebenarnya aku tidak suka, kukira ia anak baik-baik, mau ditolongin malah ngomong seenaknya. Lantas aku langsung berkata, "Gak waras ya lo?" Aku dan Wita langsung kembali ke kelas sambil membawa buku paket. Kutinggalkan dia yang masih memandangiku dari arah belakang, kulihat ia tersenyum, "Orang gila ..." Dumelku dalam hati.

 

Malamnya, sambil tiduran aku terpikir dengan kejadian tadi, memikirkan satu hal yang ganjil, "Kok dia bisa tahu namaku?". Sesaat aku bertanya-bertanya siapa sebenarnya orang itu? Apa maksudnya kejadian tadi? Ah cowok memang begitu dasar. Aku langsung memeluk gulingku dan langsung tertidur.

 

Ayo baca bagian berikutnya :)

  • view 192