Resensi Novel Milea - Suara dari Dilan

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 November 2016
Resensi Novel Milea - Suara dari Dilan

  • Judul : Milea - Suara dari Dilan
  • Penulis : Pidi Baiq
  • Tahun Terbit : 2016
  • Penerbit : Pastel Books (Mizan)
  • Jumlah Halaman : 360 Hal
  • ISBN : 978-602-0851-56-3

Untuk kalian yang suka dengan novel yang mengkisahkan tentang percintaan mungkin tidak terdengar asing dengan judul yang satu ini. Yap "Milea" adalah salah satu tokoh yang ada pada dua novel yang bersangkutan, yaitu "Dilan : Dia Dilanku Tahun 1990" dan "Dilan : Dia Dilanku Tahun 1991". Lantas apa yang membedakannya dengan novel yang satu ini?

Perbedaannya adalah novel "Milea" ini menggunakan sudut pandang dari karakter si cowok, yaitu Dilan. Dalam novel ini, Dilan menceritakan kembali kisahnya dengan berbagai tambahan yang tidak kita temukan pada dua novel sebelumnya tadi. Tentang bagaimana mulanya ia mengenal si Milea, lalu melakukan pendekatan sampai pada proses jadian.

Disini juga Penulis (Pidi Baiq) menceritakan kesehariannya Dilan berpacaran dengan Milea, yang tidak pernah disebutkan sebelumnya, seperti bermain game nintendo bersama contohnya. Dan juga, jika kita baca kisah novel "Dilan" pada dua buku, disini "Milea" diceritakan sepenuhnya dalam satu buku.

Dengan membaca novel ini, akan membuat para pembaca terkesima dengan berbagai kisah cinta yang rumit namun ringan untuk dibaca. Bagaimana kisah percintaan yang sebenarnya tidak pernah terduga. Tak lupa juga tentang orang-orang sekitar Dilan diceritakan dengan penuh, yang mungkin tak semuanya di jelaskan oleh Milea.

Intinya novel ini adalah pelengkap dari dua novel "Dilan", sehingga para penggemar Dilan dan Milea merasa lebih puas akan ketergantungan cerita yang sempat hinggap di benak.

Kelebihan dari novel ini adalah penulis tetap mempertahankan gaya tulisannya yang ringan, sehingga semua kalangan dari remaja sampai dewasa dapat menikmatinya dengan mudah. Dan pula, meski novel ini adalah kisah percintaan, tidak serta merta menceritakan tentang sepasang kekasih, juga ada nilai lebih di dalamnya yang bisa kita petik, cinta kepada keluarga, cinta persahabatan, cinta akan daerah atau alam, bahkan nilai kemanusiaan.

Sedangkan kekurangannya saya kira tentu saja ada pada jalan cerita, para pembaca terlebih dahulu harus mengerti jalan cerita yang disampaikan dalam dua novel "Dilan" sebelumnya. Karena novel ini adalah pelengkap yang mengisahkan keseluruhan cerita.

"Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu."

 

BACA JUGA

RESENSI NOVEL DILAN : DIA DILANKU TAHUN 1990

DAN

RESENSI NOVEL DILAN : DIA DILANKU TAHUN 1991

 

Terima Kasih