Resensi Novel Dilan : Dia Dilanku Tahun 1990

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 November 2016
Resensi Novel Dilan : Dia Dilanku Tahun 1990

  • Judul : Dilan - Dia Dilanku Tahun 1990
  • Penulis : Pidi Baiq
  • Tahun Terbit : 2015
  • Penerbit : Pastel Books
  • Jumlah Halaman : 332
  • ISBN : 978-602-7870-41-3

Untuk para remaja sekarang, pasti menyukai dengan novel-novel tentang percintaan anak muda SMA, selain sebagai referensi, mungkin hal ini juga untuk menghibur mereka akan rasa penasaran mengenai cinta-cintaan. Namun berbeda untuk novel yang satu ini, cerita mengenai sepasang remaja SMA yang saling jatuh cinta.

Seperti judulnya yaitu Dilan, novel ini menceritakan lakon utama yaitu Milea, yang sedikit demi sedikit menyukai seseorang bernama Dilan di sekolah barunya. Hal yang bisa dibilang menarik adalah, karena jalan cerita yang mengarah kepada tahun 90-an, dimana cerita cinta dapat terjadi tidak terduga, berbeda dengan kisah percintaan umum yang sekarang.

Tokoh Milea dalam novel digambarkan sebagai cewek cantik, dengan sifat kecewean remaja pada umumnya, hal ini tergambarkan dari gaya penulisan yang dibuat seolah-olah Milea sedang curhat kepada para pembaca, bahkan terkadang seperti sedang berdebat. Dari novel ini, kita akan sedikit belajar mengenai pemikiran seorang gadis SMA ketika jatuh cinta.

Dan dari sosok Dilan, tokoh ini diceritakan sebagai pemuda yang tidak biasa. Selalu saja ada hal-hal menarik yang bisa kita dapatkan dari curhatan Milea tentangnya. Bandel, sering berantem, bahkan selalu mengikuti kegiatan geng motor.. Akan tetapi selalu mendapat rangking satu di kelasnya. Dari sini saja kita bisa melihat ada ciri khas khusus dari karakter Dilan.

Selain itu, Dilan yang menyukai berbagai bentuk sastra, membuat kita merasakan bermacam karya-nya yang unik untuk si Milea. Intinya Dilan ini adalah seseorang yang menyatakan cintanya dengan cara yang tak biasa, bahkan benar-benar tidak terkira, yang membuat Milea seolah menjadi seseorang yang pertama kali merasakan jatuh cinta yang amat dalam.

Penulis juga benar-benar berhasil membuat cerita yang sangat menarik, tidak terkira, bahkan dapat menyihir para pembacanya untuk senyam-senyum sendiri karena kisah Milea dengan Dilan ini yang begitu kuat untuk seseorang mengingat kembali masa pacarannya.

Kelebihan dari Novel ini adalah penggunaan kata dan bahasa yang sederhana, sehingga semua alur cerita dapat tersampaikan dengan cepat kepada semua kalangan. Selain itu, meski jalan cerita berdasarkan kehidupan real yang nyata, tidak serta membatasi imajinasi para pembaca. Para pembaca dibuat benar-benar terkejut dengan hal-hal yang ada. Dan juga novel ini dibubuhi gambar-gambar ilustrasi seperti kartun ala buku-buku SD di Indonesia, artinya sesuai dan tidak berlebihan.

Dan untuk segi kekurangannya, saya kira justru ada pada bagian ending atau akhir ceritanya. Karena meski happy ending, Milea menyampaikan bahwa ceritanya masih akan berlanjut.. Dan memang, masih banyak hal yang membuat para pembaca penasaran dan merasa gantung, tentang berbagai macam konflik yang memang belum selesai atau terpecahkan sepenuhnya.

  • view 5.4 K