[Resensi Buku] LELAKI YANG DICINTAI BIDADARI

Mochamad Syahrizal
Karya Mochamad Syahrizal Kategori Buku
dipublikasikan 20 April 2016
[Resensi Buku] LELAKI YANG DICINTAI BIDADARI

  • Judul : Lelaki yang Dicintai Bidadari (dan Sajak-Sajak Lain Hendak MEnunjukkan Berginiliah Semestinya Cinta Disajakkan).
  • Penulis : Hasan Asphani
  • Penerbit : PT Kiblat Buku Utama
  • Tempat Penerbit : Jl. Gumuruh No.38, Bandung 40275
  • Tahun Terbit : 2011
  • Desain Cover : Muhammad Nurjihad
  • ISBN : 978-979-8001-55-0


Buku ini bukanlah buku yang berisi bacaan padat, ataupun penuh dengan gambar-gambar tentang suatu hal, akan tetapi buku ini berisi kumpulan-kumpulan sajak karya penulis. Ketika saya mulai membaca kata pengantar dari buku ini, saya merasa sedikit kebingungan, karena penulis benar-benar menggunakan kata yang baku dan juga sangat puitis, sehingga membuat saya sedikit harus memutar otak untuk memahaminya.

Dalam buku ini, penulis berkata bahwa sajak-sajak yang ia hasilkan ini merupakan ditujukan untuk Tuan Rilke (Rainer Maria Rilke). Saya sendiri belum mengerti siapa orang yang dimaksudkan oleh penulis, mungkin entah itu berkaitan dengan kepercayaan ataupun kehidupan personal penulis.

Dan hebatnya dalam buku ini, sebelum penulis menyajikan kumpulan sajak-sajaknya, ia memberikan tips bagaimana membuat sajak cinta yang benar dan penuh dengan makna ala sang penulis (Hasan Aspahani), dan tips-tips (kaidah) disajikan dengan bahasa yang lebih dimengerti umum, yaitu :

Pertama, Jangan menulis sajak cinta ketika kita sedang jatuh cinta karena kalau itu dilakukan maka kita hanya menghasilkan sajak yang biasa. Lagi pula, kalau itu yang jadi andalan, maka sedikit sekali sajak yang bisa kita tulis bukan? Bukankah tidak setiap hari kita jatuh cinta?

Kedua, kalau menulis sajak cinta, maka jangan menulis perihal cinta itu saja. Kenapa? Karena pasti sajak kita akan dangkal dan sempit. Bentang dan galilah wilayah perhatian dengan bekal cinta hendak dijadikan sajak itu.

Ketiga, sebagaimana tema-tema sajak lain, cinta tidaklah lebih mulia atau lebih lama, tidak lebih mudah atau lebih susah untuk disajakkan. Tantangan menulis sajak bukan pada pilihan tema, tapi pada bagaimana mengucapkan tema itu, bukan?


Itulah beberapa tips-tips menulis sajak ala penulis. Dalam buku ini berisi 79 sajak yang berkaitan dengan cinta, meski begitu banyak cinta yang tak diungkapkan secara gamblang. Dan berikut ini adalah beberapa sajak yang menurut saya merupakan sajak-sajak terbaik dalam buku tersebut, yaitu :


1. AGAR SEGERA BERAKHIR

Kalimat percakapan kita pun pecah kacau
berserak jadi kepingan-kepingan jigsaw

Dan kita harus menyusun separangkat alasan
agar segera berakhir ini : semua permainan

 

2. RESTORAN YANG LAIN, LAPAR YANG LAIN

Haus terasa kian memekat di leher
ketika tiba-tiba kau suguhkan gelas
padahal aku tak tahu apa yang
hendak kau tuangkan kali ini:
kemaraukah? Atau igau sebuah.

Setelah mengunyah potongan duka
makan malam ini tak pernah berakhir
sebab pada serbet yang menyeka darah di bibir
terbaca alam restoran yang lain

Berabad rasanya
bertatapan dengan rasa lapar
di meja tak bernomor itu, dan
di piring yang sejak tadi kosong
kugambar denah penculikan
di mana kau hendak kusembunyikan

 

3. YANG TAK PERNAH SAMPAI KE ALAMAT RAHASIAMU

Aku akan mengirimkan sebait kata-kata
yang lama kupilih dari gugusan gelisahmu.
: Bacalah ia sebagai sajak
yang menerjemahkan keasingan
malam-malammu.

Aku akan mengirimkan selintas hujan.
yang lama kumendungkan dari
tetes-tetes tangisanku.
: Basahilah dirimu
di bawah lebat guyurnya.

Aku sebenarnya sangat ingin mengirimkan diriku
tapi betapa aku sangat tahu
Bahwa ada yang tak pernah bisa kutahu
: Kenapa ini tak akan bisa sampai
ke alamat rahasiamu.

 

4. LELAKI YANG DICINTAI BIDADARI

Tadi malam, kupelajari isyarat kepak sayapmu
agar tak terlambat
bila harus kujemput kau di langit ke tujuh.

Tadi malam kutemukan sisa-sisa bulu sayapmu
putih dan basah, mungkin ada airmata yang tumpah.

Pada malam, kusimpan sebuah gumam :
akulah lelaki yang dicintai bidadari
kaukah bidadari itu?


5. MENCOBA SANTUN PADA SEBUAH PANTUN

Meraba-raba sampiran pantunmu
makna apa yang harus kuisi, penyair?
Mencoba santun di depan sihirmu
wahai, rindu ini tak mau menyingkir


6. BERMAIN RUMAH DENGANMU

Ini batas rumah kita, lalu kubuat grais di atas pasir itu.
Jadilah denah rumah. Dan tanganmu dengan kelincahan
yang selalu kukagumi menambahkan garis-garis lengkung
tanaman berbunga. "Di sini petunia," Ujarmu, "Lalu alamanda, dan difens, dan coleus, serta warna-warni begonia itu.".

Ini kamar tidur kita, ujarmu, lalu kau sketsakan lelap tidur disana,
kau imajikan warna, desain ruang, dan aroma melati yang semerbak lewat jendela, dan
sedepa dari sana kau tanam wangi kenanga.

Lalu kau lingkarkan kurva melingkupi kau aku dan gambar
rumah kita, dan kau minta aku mengeja nama kita dipasir
itu, juga nama anak-anak kita yang telah lama kau reka

Ketika laut mulai pasang, angin mengiring tangan-tangan ombak.
Tiap deburnya sejangkal lebih dekat ke pantai bermain kita.

Kau cemas, tapi kau dengarlah apa kata senja itu?
Terimalah ombakmu, sebab ia hanya ingin
mengabdikan rencana-rencanmu.

 

Dan sisa sajak-sajak lainnya bisa kalian dapatkan dalam buku tersebut, semua karya-karya begitu menyimpan sebuah emosi yang dapat menyentuh jiwa. Untuk buku yang berisi kumpulan karya sajak, buku ini sangat rapih dan tersusun secara baik. Karya dibagi perlembar yang membuat pembaca tak henti-hentinya dibawa oleh sebuah emosi.

Namun menurut saya ada sedikit kekurangan dari buku ini, yaitu pada bagian dekorasi atau hiasan. Saya kira lebih baik apabila setiap lembar diberikan sebuah background atau lebih mudahnya frame, ataupun sedikit hiasan pada sisi kertas agar lebih terkesan seni-nya. Namun meski begitu, saya yakin penulis hanya ingin berfokus pada karya sajak-sajak tersebut.

  • view 260