Setiap Orang Bahagia Sesuai Zona Waktunya Masing-Masing

riza alhambra
Karya riza alhambra Kategori Renungan
dipublikasikan 28 Maret 2017
Setiap Orang Bahagia Sesuai Zona Waktunya Masing-Masing

Bertemu teman lama terkadang menyenangkan, bisa bertukar pikiran tentang hal-hal yang paling aktual. Sampai terkadang, pertanyaan-pertanyaan menggelitik muncul dalam awal perjumpaan. Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang seringkali kita tak tahu apa jawabannya.

Sesederhana, hal yang paling menohok, pertanyaan tentang status, kehidupan rumah tangga, jumlah anak, pernikahan, dan semacamnya. Yang terkadang membuat sebagian orang "baper".

Boleh dibilang, pertanyaan basa-basi misalnya, "gimana sudah menikah atau belum". Atau tentang pekerjaan, "gimana sudah dapet kerjaan belum". Pertanyaan sederhana, namun membuat kita berpikir tentang waktu yang nyatanya meleseat cepat bagai sinkansen yang melaju. Lalu kita merasa belum apa-apa. Jalan ditempat. Seprti, tiba-tiba bertemu teman seperguruan yang anaknya sudah berjumlah tiga. Oh God, time goes so fast.

Atau bahkan, ada kabar bahagia dari teman yang sudah menikah selama delapan tahun, lalu baru dikaruniai anak di tahun kedelapan. Indah bukan? Ya indah, menurut zona waktunya masing-masing. Itu ungkapan bahagia dari seorang sahabat, yang pernah ku dengar. 

Lalu bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan imajiner yang kita sendiri tidak bisa mengukurnya? So, sudah seharusnya kita tidak perlu baper "bawa perasaan" tentang pertanyaan-pertanyaan imajiner tadi. Karena, apa yang disebut bahagia tentang konsep takdir sudah Tuhan atur sesuai zona waktunya masing-masing. Bukan soal cepat atau lambat. Tapi Allah Maha tahu apa-apa yang terbaik untuk kita. 

 

Depok, 28/03/2017

  • view 200