Tentang Jodoh, dan Dua Sisi Mata Uang Yang Berbeda

riza alhambra
Karya riza alhambra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 September 2016
Tentang Jodoh, dan Dua Sisi Mata Uang Yang Berbeda

Ini tentang kisah sahabat terdekatku, kami sudah saling mengenal selama lima tahun. Hingga suatu hari kita memulai sebuah percakapan namun menyisakan makna di hati yang teramat dalam.  Sahabat, ada satu nasehatmu yang akan ku ingat seumur hidupku, tentang dalamnya sebuah makna pernikahan. Bagiku, dialog pendek hari itu, di hari kelabumu, di usiamu yang terbilang muda, dimana engkau telah resmi berpisah dari suamimu setelah hakim ketuk palu, kita bersenda gurau dengan dialog sederhana yang dimulai dariku berupa sebuah ungkapan "diumurku yang segini aku juga belum bertemu jodoh".  Lalu engkau menghiburku "ga apa-apa mba belum bertemu jodoh, yang penting mba happy, menikmati kesendirian, daripada aku menikah hanya bertahan tiga bulan. yang penting nanti mba menikah sekali dan untuk selamanya", ujarnya sambil berkaca-kaca.

Aku menyadari beban hidupnya tidak akan mudah dengan beban satu orang anak lelaki dipundaknya. Bermula ketika, tiga bulan diawal pernikahan engkau sangat terpukul ketika suamimu memiliki banyak kebohongan dan tidak bertanggungjawab, dan disaat itu kau tahu sedang hamil dua minggu. "semua mimpiku hancur berantakan mba". Aku seperti berkaca pada diriku sendiri, bahwa ada orang lain yang ujiannya jauh lebih berat. walau setiap orang memiliki ujiannya masing-masing yang juga tak mudah. Jika aku dan kamu kelak merasa sendiri, ingatlah Allah akan selalu ada di sampingmu. Dan, jangan sekali-sekali kau coba berkata "seandainya dulu begini dan begitu, sebab hal itu hanya akan menutup pintu syukurmu.

Sahabat, Allah menghadirkan engkau disisiku agar kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. selalu ingat, bahwa "takdir Allah pasti baik" selama kita masih mampu mengingat segala nikmatNya. Terimakasih sahabat terbaikku, bagiku engkau cermin bagi jiwaku, dan engkau anugerah terbaik".