Menyayangi Tanpa Syarat (Untuk Bapak)

riza alhambra
Karya riza alhambra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Juli 2016
Menyayangi Tanpa Syarat (Untuk Bapak)

Apa yang disebut menyayangi tanpa syarat? Sungguh, pertanyaan itu menari-menari di kepalaku akhir-akhir ini. Bagiku, menyayangi tanpa syarat ketika kita dihadapkan oleh banyak hal yang tidak ideal dalam pikiran kita lalu kita mampu bersabar. Yaitu kondisi-kondisi terbaik yang seharusnya terjadi. Kita bisa disebut menyayangi tanpa syarat, jika kita mampu mengesampingkan mimpi-mimpi kita, kesenangan-kesenangan yang bersifat pribadi atau lebih tepatnya menomor satukan pengorbanan.

Setelah bapak menderita serangan stroke pada syaraf otak bagian sebelah kiri kurang lebih tiga bulan yang lalu, aku dihadapkan oleh kondisi-kondisi yang bisa disebut "ketidaksempurnaan". Suatu kondisi dimana segala aktivitas bapak masih belum mandiri (belum bisa berbicara, dan anggota tubuh sebelah kanannya belum berfungsi secara normal) sehingga memerlukan bantuan orang-orang terdekatnya untuk memenuhi segala keinginannya dengan penuh kasih sayang. terlebih bapak mengalami letupan-letupan emosi yang tidak stabil seperti mudah menangis, marah yang sangat ekstrim, lalu secara tiba-tiba tertawa bahagia. kondisi tersebut sangatlah wajar, karena secara kejiwaan bapak mengalami frustasi yang teramat dalam disebabkan adanya "ketidaksempurnaan" dalam dirinya, tidak dapat dipahami atas segala keinginan-keinginannya, dan kami juga tidak memhami segala maksud dan pemikirannya.

Kami, anak-anakmu yang memiliki kesehatan yang paripurna dengan penuh kasih sayang akan selalu disampingmu untuk membantumu mengatasi "ketidaksempurnaan" yang ada pada dirimu. Hanya manusia pilihan lah yang akan siap menghadapi suatu kondisi "ketidaksempurnaan" dengan senjata KESABARAN. Ibu bilang, "tak apa bapak sakit sekarang, toh bapak sudah diberi kesehatan oleh Allah swt selama 63 tahun".

 

 

 

  • view 343