Ibu Kapan Bapak Bisa Bicara?

riza alhambra
Karya riza alhambra Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 23 Juni 2016
Ibu Kapan Bapak Bisa Bicara?

Ibu, kami semua sangat terpukul, juga denganmu bu, pastinya sangat terpukul, ketika kejadian 4 April 2016 lalu, bapak diantarkan ramai-ramai oleh driver gojek ke rumah kami malam itu pukul 19.00 wib, dalam keadaan tingkat kesadaran melemah dan tidak bisa berbicara. Dalam keadaan panik, alhamdulillah kami membawa bapak ke rumah sakit terdekat yaitu RS Tugu Ibu dengan dugaan sementara stroke!. Ya, kami semua kaget, sedih dan panik, suatu kejutan dari Allah swt yang kami harus siap dan menerimanya. Akhirnya, karena keterbatasan ruang ICU di RS Tugu Ibu kami membawa bapak ke RS Pusat Otak Nasional. 

setelah itu, bapak langsung masuk ke ruang IGD RS Pusat Otak Nasional, lalu kami mengetahui dari dokter neuro bahwa bapak terkena stroke dengan 2/3 syaraf otak bagian kiri sudah mati, artinya apa? syaraf otak kiri mengatur fungsi verbal, bahasa komunikasi. Dari hasil penjelasan dokter sudah mengingatkan kami, kalaupun bapak sudah kembali pulih, bapak akan mengalami kecacatan dalan fungsi bicara dan tidak akan kembali normal dalam fungsi bahasa. Dulu, ketika bapak masih dirawat di SCU (stroke care unit) rumah sakit itu selama 8 hari, aku pernah bertanya pada ibu "ibu kalau bapak tidak bisa bicara, nanti siapa yang akan menjadi wali dalam pernikahan saya?" pertanyaan yang mungkin terlalu khawatir ketika dihadapkan pada situasi genting, atau bahkan kekanakkan?. Ibu pun menenangkan saya, bahwa seharusnya kita jauh lebih bersyukur dengan kondisi bapak yang tidak koma, atau harus di operasi tempurung kepalanya.

Kini, 3 bulan lebih setelah bapak keluar dari rumah sakit, kami merawatnya dengan penuh kesabaran karena kami berkomunikasi dengan bapak hanya bisa dengan bahasa tubuh, sedangkan ketika dia sedang menyeracau sungguh kami tidak paham sama sekali. Berat bagi bapak karena apa yang diinginkannya dan apa yang sedang dipikirkannya tidak dapat diucapkan. Kondisi tersebut membuat emosinya seperti roller coaster. Kami pun telah berusaha untuk menterapi bapak dengan memanggil terapi wicara yang suatu hari terapis itu berkata "mba, bapak sudah bisa mengucapkan huruf A, itupun dengan susah payah". Hatiku sungguh berbunga-bunga.

Pernah juga suatu waktu aku bertanya pada ibu"Ibu bapak kapan bisa bicara, apa ga ada terapi yang bisa mempercepat bapak bicara?" lalu bagaimana dengan terapi neuro behaviour nya? lagi-lagi pertanyaan yang lucu itu muncul. Ibu bilang, kita bisa menterapi bapak untuk neuro behaviour terlebih dahulu. Lama aku merenung atas pertanyaan yang lucu itu, aku teringat sebuah quote dari film Haji Backpacker "Aturan Tuhan sudah sempurna, tak ada yang namanya kebetulan. Kekecewaan adalah cerminan, bahwa kamu tidak mau diatur olehnya." (Su Chun)

"Kadang-kadang Allah gunakan beberapa cara untuk bertanya. Kadang-kadang Dia membuat kita merasa kesakitan. Kadang-kadang Dia memberi kita berpengalaman. Dalam masa-masa begini, kita harus kuatkan iman kita, kepercayaan kita dan selalu ridha dengan semua ketentuan Allah SWT. Kita harus selalu berdiri kukuh dan tahu bahwa Allah SWT senantiasa bersama kita, pada setiap masa dan semua ujian ini datang dari-Nya. Bila kita bisa melalui semua ujian dan pahit getir, maka kita akan mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Itu yang akan membuat hidup kita bahagia."

  • view 159