Catatan Kehidupan Pasca Kampus

Risna Anggraeni Dewi
Karya Risna Anggraeni Dewi Kategori Renungan
dipublikasikan 12 September 2017
Catatan Kehidupan Pasca Kampus

Welcome to the quarter life crisis!
 
Euforia peraihan gelar sarjana tidak akan berlangsung lama. Setelah akhirnya merayakan kelulusan, akan tiba masanya kita terjebak dalam kegalauan kehidupan pasca kampus. Akan ada yang lebih sulit dari sekedar revisian dan sulitnya menemui dosen pembimbing. Dan ternyata benar, dunia kampus adalah dunia yang kita masih di ninabobokan. Dibangunkan, di beri tugas, baru bergerak. Entah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh atau ala kadarnya. 
 
Tapi, berbeda dengan kehidupan realita pasca kampus. Akan banyak fresh graduate yang kebingungan dengan dirinya sendiri. Saya akan kerja dimana? Sebaiknya saya menjadi apa? Nikah dulu, kerja dulu, atau S2 dulu? Setelah bekerjapun akan ada saja yang masih terjebak dalam kebingungan  —pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion, salary yang tidak mencukupi biaya hidup, dan lain sebagainya.
 
Memasuki dunia pasca kampus, artinya memasuki dunia yang siap menghidupi diri sendiri. Tidak lagi diberi suntikan logistik oleh sanak family dan siap beranjak hidup mandiri. Menjadi pengangguran karena hanya lulusan SMA masih dimaklumi, tetapi bagaimana jika sarjana menjadi pengangguran dalam waktu yang cukup lama?
 
Welcome to the job hunters !
 
Share experiences. pada akhirnya kita harus berpikir realistis, tidak lagi selalu harus  bertahan pada idealisme diri sendiri. Meski nantinya mendapat pekerjaan yang penuh tantangan –jarak, tenaga, waktu yang terkuras, kondisi keuangan yang tidak juga stabil- namun kita harus tetap bertahan sampai akhirnya mendapat pekerjaan yang lebih baik. Kitapun akan menghadapi berbagai paradigma dari orang-orang sekitar. Maka, lebarkan lagi sayap-sayap kesabaran dan lebih lapangkan lagi kekuatan hati. 
 
Setidaknya  meskipun hidup ini terlihat begitu kejam, tetapi kita harus selalu tau jalan untuk berjuang. Jangan mudah menyerah kawan! saatnya kita berusaha lebih.  Karena, akan ada doa ibu dan ayah menyertai serta harapan-harapan mereka yang ingin melihat kita tumbuh mandiri menjadi yang lebih baik. Selalu semangat untuk menjadi yang lebih baik. You stonger than you know.
 

  • view 42