Because of Allah

Lilik Fatimah Azzahra
Karya Lilik Fatimah Azzahra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 Maret 2016
Because of Allah

"Barang siapa memberi karena Allah, mencintai karena Allah, menolak karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya." (HR-Abu Dawud)

Pagi itu seorang pengamen datang ke rumah. Ia menyanyi sembari memetik gitarnya yang butut. Adikku, Cinta, yang baru duduk di bangku TK bergegas lari dan menyerahkan dua lembar uang seribuan.

Pengamen itu pun pergi dengan wajah sumringah.

"Cinta...ngapain kasih pengamen duit segitu? Lima ratus perak kan cukup," aku menegur.

"Eeh, Kak Ahsan! Kalo mau ngasih sesuatu, harus lillahi ta'ala..." sahut adikku lantang.

Waduh, bocah seuprit sudah bisa ngomong kaya gitu? Aku dekati dia dan kucubit pipinya yang montok.

"Cinta pinter, deh. Siapa yang ngajari?" tanyaku penasaran.?

"Bu Guru, Kak! Kata Bu Guru lagi, lillahi ta'ala itu artinya ikhlas semata-mata karena Allah..." Cinta menjawab dengan bangga.

Walah, aku jadi ngebayangin, Bu Guru adikku ini pasti orangnya cantik dan pintar, hehehe...

***

Pagi itu sebelum ke kampus aku mengantar Cinta terlebih dulu ke sekolah. Kuturunkan adikku di depan pintu pagar. Seorang wanita cantik berhijab datang menghampiri.

"Assalamualaikum, Bu Guru..." Cinta segera meraih tangan wanita itu.

"Waalaikum salam, Cinta. Kebaikan apa yang sudah kamu kerjakan pagi ini?" tanya wanita cantik itu seraya mengembangkan senyum. Busyet, senyumnya maniiis...sekali.

"Tadi pagi ada seorang pengamen, Bu. Lalu Cinta menyisihkan uang saku untuk pengamen itu. Lillahi ta'ala, Bu Guru."

"Alhamdulillah, itu bagus sekali Cinta..." wanita itupun segera menuntun adikku dan mengajaknya masuk ke dalam kelas.

***

Di gerbang kampus aku bertemu sobat karibku, Hilal. Cowok keturunan Arab itu tampak murung.

"Hei, Ente kenapa?" tanyaku basa-basi.

"Lagi pusing kepala ane, Bro..."

"Memang ada kejadian gawat apa?'

"Tuh, cewek ane, Aisyah, minta segera dinikahin."

"Hahh?"

***

Hilal mengajak aku menemui Aisyah yang tengah menunggu di perpustakaan.

"Ais, ada apa kamu buru-buru minta dinikahin sama Hilal?" aku langsung menyerang Aisyah.

Cewek manis berkerudung itu menatapku malu-malu.

"San, aku nggak mau pacaran lama-lama sama Hilal. Takut dosa. Kalo Hilal mencintaiku karena Allah, sebaiknya ia segera menikahiku karena Allah. Seperti kamu, yang sampai saat ini bertahan ngejomblo juga pasti karena Allah, kan?"

Sumpah, aku hanya bisa tepok jidat.

***?

11 Maret 2016

*Sumber gambar dari Google

  • view 105