Doa Sepenggal Malam

Lilik Fatimah Azzahra
Karya Lilik Fatimah Azzahra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 Maret 2016
Doa Sepenggal Malam

Malam telah bergulir di sepertiga waktu. Keheningan menyelimuti seluruh alam. Sebagian jiwa telah terlelap menyandarkan kelelahan dan mimpi di atas peraduan.

Di saat-saat seperti ini aku selalu terjaga. Menatap sosok mungil yang tengah meringkuk di sebelahku. Bocah berusia lima tahun yang cantik dan montok. Yang aku beri nama Nayla.

Menatap Nayla, seperti menapak tilas kenangan yang tak kunjung hilang. Kenangan pahit yang sejatinya ingin kulupakan. Tapi bagaimana mungkin?

Selalu ingatan tentang masa lalu yang kelabu melintas di benakku manakala diam-diam aku menikmati wajah anakku. Ya, Nayla terlahir dari buah cinta terlarang antara aku dan Mas Har. Laki-laki yang sudah terikat pernikahan dengan perempuan lain.

"Rin, jangan teruskan hubunganmu dengan laki-laki itu," pernah ibu menegurku. Tapi begitulah. Cinta selalu tak punya mata. Buta. Sekalipun aku tahu dan sadar siapa sebenarnya Mas Har, toh tetap saja aku menyerahkan diriku seutuhnya pada laki-laki itu. Dan hubungan terlarang pun berlanjut semakin jauh hingga aku hamil.

"Ibu, maafkan aku..." tangisku kala itu di pangkuan ibu. Wanita yang melahirkanku itu menatapku dengan wajah memerah. Aku tahu ibu sangat marah karena aku pernah mengacuhkan ucapannya.

"Temui laki-laki itu, dan mintalah pertanggungjawabannya," ibu berkata datar.?

"Aku sudah bicara, Bu. Tapi Mas Har menyuruhku menggugurkan kandunganku ini," aku semakin terisak di pangkuan ibu.

"Lelaki biadab! Apa salah janin dalam perutmu itu? Jangan menambah dosa-dosamu lagi dengan menggugurkannya, Rin."

"Lalu aku harus bagaimana, Bu?"

"Terima takdirmu. Biarkan janin itu tumbuh dan lahir sebagai anakmu."

***

'Mama?" suara Nayla membuyarkan lamunanku. Bocah kecil itu mengerjapkan matanya.

"Masih tengah malam, sayang. Nayla tidur lagi, ya..., Mama mau sholat tahajud dulu," aku membetulkan letak selimutnya yang tersingkap.

"Mama, Nayla mau ikut sholat tahajud juga. Nayla ingin berdoa. Minta sama Allah, biar Mama bahagia dan nggak nangis lagi."

***

11 Maret 2016?

*Sumber gambar dari google

?

  • view 147