Ladang Ibadah untuk Istri

Lilik Fatimah Azzahra
Karya Lilik Fatimah Azzahra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Maret 2016
Ladang Ibadah untuk Istri

Suatu hari Rasulullah mengunjungi putrinya Fatimah az-Zahra yang kebetulan sedang menggiling tepung. Beliau melihat wajah putrinya itu murung.

"Duhai, putriku, mengapa wajahmu murung?" tanya Rasulullah dengan lembut.

"Wahai, Ayahanda, aku murung karena kesibukanku yang silih berganti tiada habisnya. Sebagai seorang istri dan seorang ibu, alangkah melelahkan," jawab Fatimah sembari menyusui anaknya. Mendengar keluhan putrinya itu, Baginda Rasulullah tersenyum.

"Putriku, setiap istri yang menggilingkan tepung untuk makanan suami dan anaknya dengan ikhlas dan ridho, Allah mencatatnya sebagai amal kebajikan. Menghapus keburukan dan meninggikan derajadnya. Setiap istri yang mencucikan pakaian suami dan anak-anaknya dengan ikhlas dan ridho, sesungguhnya ia telah membangun pondasi rumahnya kelak di surga. Engkau telah mendahulukan kepahitan dunia untuk kemanisan akhirat, anakku."

Subhanallah.

Kisah di atas merupakan kisah favorit saya. Sebagai seorang ibu tak jarang saya ini mengeluh. Mengomel panjang kali lebar ketika terjebak rutinitas sehari-hari yang tak ada habisnya. Dari mengurus suami, anak, membersihkan rumah, duh....

Jika sudah seperti itu, maka saya akan membuka-buka lagi kisah indah ini. Di mana percakapan antara Rasulullah dan putrinya yang termaktub dalam beberapa hadist membuat perasaan saya berubah sejuk dan tenang.

Mengutip kisah percakapan Fatimah az-Zahra bersama Rasulullah, sungguh Allah begitu memuliakan kaum wanita, khususnya kaum ibu yang sehari-hari berada di rumah. Allah telah menyiapkan ladang ibadah yang teramat luas untuk ditanami dengan kebajikan. Sejak subuh datang hingga matahari tenggelam, pahala Allah sudah menunggu.

Membangunkan suami dan anak-anak untuk menjalankan sholat subuh secara berjamaah, memasakkan makanan buat mereka, menyisir rambut si kecil dengan bacaan basmallah, mencucikan pakaian, merapikan rumah hingga melayani suami di tempat tidur dengan ikhlas dan ridho, oleh Allah akan dicatat sebagai amal kebajikan yang kelak berbuah manis.

Lalu setelah mengetahui betapa banyak ladang ibadah di hadapan saya, pantaskah saya berkeluh kesah lagi?

?

***

11 Maret 2016?

?

  • view 175