Benarkah Penulis Fiksi Sosok yang Aneh?

Lilik Fatimah Azzahra
Karya Lilik Fatimah Azzahra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Maret 2016
Benarkah Penulis Fiksi Sosok yang Aneh?

Secara tidak sengaja saya mendengar obrolan sekelompok teman yang tengah membicarakan para penulis fiksi. Teman-teman saya yang lagi berdiskusi (ngerumpi?) itu kebetulan juga suka menulis. Tapi jalur non fiksi.

"Penulis fiksi itu sosok yang aneh. Misterius. Suka menyendiri. Mereka seolah memiliki dunia lain dan bla...bla...bla..."

Mendengar semua itu saya lantas tercenung. Benarkah penulis fiksi seperti itu? Entahlah. Saya nggak berani mengiyakan atau menidakkan. Saya buru-buru ambil cermin lalu bertanya pada bayangan saya sendiri.?

Penulis fiksi itu aneh?

Sebagai penulis fiksi tingkat pemula yang mesti banyak belajar, saya kok merasa biasa-biasa saja, ya. Nggak merasa jadi mahluk yang aneh. Saya hidup normal seperti orang kebanyakan. Makan nasi, minum air putih, ke WC, tidur, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Orang-orang di sekeliling saya, khususnya keluarga dan teman-teman mereka nyaman-nyaman saja tuh berdekatan dengan saya.

Misterius?

Tidak juga. Lah, yang bener? Kemarin di blog ini sempat ada yang menanyakan, mana foto kamu aku kok nggak bisa lihat? Hihihi, maaf ya kak, bukan bermaksud misterius, hanya saja saya belum nemu foto yang sreg untuk mejeng di sini (edisi ngeles).

Suka menyendiri?

Nah, kalo yang ini, saya agak setuju. Sekali lagi, saya melihat pada diri saya sendiri. Saat menulis saya memang lebih memilih tempat yang tenang jauh dari keramaian. Masalahnya jika di tempat yang riuh bin gaduh, saya sering gagal fokus. Tapi itu kalo pas lagi nulis, ya. Kalo pas enggak, ya, saya lebih suka ditemenin sama si doi....

Memiliki dunia lain

Hah? Penulis fiksi memiliki dunia lain? Memang mau nyaingin acaranya Mas Thukul Arwana? Kayaknya nggaklah. Penulis fiksi masih berpijak pada dunia yang sama kok. Dunia kita yang indah ini. Dunia yang banyak memberikan ide dan inspirasi bagi para penulis baik pegiat fiksi maupun non fiksi.?

Kalo toh ada perbedaan, mungkin dari sudut pandang melihat suatu masalah. Penulis non fiksi mengutamakan fakta. Sedangkan penulis fiksi lebih mengandalkan imajinasi.?

?

***

05 Maret 2016

?

?