Tentang Mimpi Indah Itu

Lilik Fatimah Azzahra
Karya Lilik Fatimah Azzahra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 April 2016
Tentang Mimpi Indah Itu

Kepadamu, duhai pujangga yang telah mencuri hatiku...

Akan kuceritakan tentang mimpi indah ini. Mimpi tentang kita. Ya, kita. Pada malam saat rembulan memerah jambu dan bintang bertabur gemerlap bak serpih Batu Biduri.

Malam itu, pujangga, kita meniti tangga pelangi. Kau peluk erat pinggangku. Tercium aroma wangi napas cintamu.

Pada tangga ketujuh, langkah kita terhenti. 

"Di mana kita?" aku bertanya. Kau mendekatkan wajah. 

"Tak penting kita berada di mana," ujarmu dengan mata sayu. Sayu? Duh, mengapa aku baru menyadari bahwa pandangmu sesayu itu?

"Apakah kau lelah bersamaku?" tanyaku lagi. Kau memejamkan mata. Kini, kurasa pucuk hidungmu menyentuh ujung telingaku. Hangat, menggetarkan seluruh pori-pori jiwaku.

"Usah pedulikan apapun, Cinta. Mari kita nikmati saja pertemuan ini," tuturmu sembari menghentakkan tubuhku. Kaki kita tak lagi berpijak pada tangga pelangi. Kita melayang-layang di angkasa. Menyentuh lingkar rembulan yang indah. Tanganmu menggapai. Kau petik sepotong bintang dan kau sematkan pada gerai rambut panjangku.

"Malam ini, kau adalah bidadariku..." ucapmu tanpa melepas peluk yang kian menangkup. 

"Aku tak mau terbangun dari mimpi indah ini," bisikku di dadamu. Airmataku menggenang. 

"Cinta, malam kan segera berakhir," kau mengusap lembut wajah tirusku. "Aku harus pergi..."

"Lalu kapan kita akan bersama lagi?" aku menggenggam jemarimu.

"Ketika kau memikirkan dan merindukanku," bisikmu sembari tersenyum penuh arti. 

Lalu perlahan pelukmu mengendur.

Aku terlepas.

Terhempas. 

Sesaat mataku terbuka.

Ah, pujangga, kiranya malam telah bertukar pagi....

***

25 April 2016

  • view 82