Aku Jatuh Cinta, Kamu Terpesona, Dia Klepek-klepek Lalu Celingak-celinguk

Lilik Fatimah Azzahra
Karya Lilik Fatimah Azzahra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 April 2016
Aku Jatuh Cinta, Kamu Terpesona, Dia Klepek-klepek Lalu Celingak-celinguk

Hai, hai...ini seputar dunia menulis, kok ^_^

Bagaimana pendapat Anda, andai saya menuliskan judul seperti di atas pada karya fiksi saya?

Menarik? Inspiratif? 

What...?! Kepanjangan bin lebay?'

Hiks, iya juga sih...

Sebenarnya maksud hati ingin memberi judul yang menarik, yang anti mainstream gitu. Tapi kok malah terkesan aneh ya...

Bukankah pemberian judul yang menarik dan tidak lazim adalah salah satu strategi marketing seorang penulis supaya pembaca melirik dan berkenan membaca hasil karyanya? Cos, penulis yang cerdas pasti tahu dan paham, pembaca tentu lebih penasaran melihat judul yang 'mencolok mata' ketimbang judul yang biasa-biasa saja.

Mari kita perhatikan contoh judul fiksi imajinasi saya di bawah ini:

1. Aku Tak Mau Dimadu oleh Suamiku yang Hidung Belang Itu

2. Dimadu? Langkahi Dulu Mayatku!

Nah, secara reflek mata kita lebih tertuju pada judul di nomor 2. Kenapa? Karena simpel dan menarik.

Seberapa pentingnya sih sebuah judul bagi seorang penulis?

Penulis ibarat pembuat kue. Ia harus memiliki resep yang jitu, ketrampilan dan kreativitas yang tinggi. Resep jitu seorang penulis adalah ide-ide cemerlang yang dimilikinya. Kemudian ide tersebut akan dikembangkannya dalam bentuk karya. Proses pengembangan ide ini membutuhkan ketrampilan dan kesabaran. Iya, seorang penulis harus terampil mengolah kata, diksi, kesabaran mengedit dan lain sebagainya. Yang terakhir, pemberian judul. Dalam dunia seni membuat kue, pemberian judul bisa dikategorikan sebagai langkah finishing mempercantik karya dengan pernak-pernik hiasan atau biasa disebut topping.  

Karya sudah rampung, sudah sempurna, trus toppingnya kok terasa tidak menarik ya?

Atau bisa jadi pemberian toppingnya terlalu berlebihan seperti judul tulisan saya di atas.

Wah, sangat disayangkan itu....

Jadi kesimpulannya, dalam memberi judul sebuah tulisan, buatlah semenarik mungkin tetapi tidak berlebihan.

Ih, jadi teringat cinta saya pada si do'i, nih. Berlebihan deh, kayaknya....^_^

Udah, ya. Salam semangat menulis.

***

16 April 2016

  • view 99